Wajib Belajar 12 Tahun Masih Jauh dari ‘Angan-angan’

 JAKARTA − Target dunia pendidikan di Indonesia dalam mewujudkan wajib belajar 12 tahun masih jauh dari angan-angan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Koodinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, Ubaid Matraji.

Ibaid mengatakan, rata-rata jenjang pendidikan anak-anak sekolah di Indonesia masih di angka 8,7 tahun. Artinya, banyak anak-anak sekolah tidak lulus di jenjang SMP.

“Tetapi sampai 2023 kemarin, angka usia rata-rata sekolah usia kita secara nasional itu masih 8,7. Kalau 8,7 itu berarti SMP aja nggak lulus, berarti rata-rata Nasional anak-anak Indonesia itu SMP aja nggak lulus,” kata Ubaid, Minggu (4/2/2024).

Ubaid menilai, program wajib belajar 12 tahun yang dilakukan pemerintah sejak 10 tahun lalu, baru meningkat 1,1 persen. Peningkatan 1,1 persen dalam wajib pendidikan 12 tahun sangatlah lambat.

“Program wajib belajar 12 tahun, sejak dicanangkan 10 tahun lebih itu terjadi peningkatan jumlah 1,1 persen, lambat sekali. Programnya sampai 12 tahun, tapi 2023 ini kita masih 8,7 tahun, SMP aja nggak lulus,” ucap Ubaid.

Mestinya, Ubaid menegaskan, dunia pendidikan di Indonesia sudah bisa lulus SMP. Atau, dengan rata-rata pendidikan anak-anak sekolah berada di angka 10-11 tahun.

“Tapi ini, (pembelajaran) 9 tahun aja belum nyampe, SMP aja belum lulus. Ini penyebabnya, program itu hanya ‘bunyi-bunyian’, sementara tidak didukung oleh kebijakan alokasi anggaran,” ujar Ubaid. [Dh]

READ BACA BOS KU!!!!  JARI: Rakit Etika di Sungai Musi