JAKARTA − Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mendapatkan aduan dari masyarakat terkait dugaan pungutan liar (pungli) di SMKN 1 Tangerang Selatan (Tangsel). Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengungkapkan besaran pungutan ke orang tua mencapai Rp4,2 juta.
Rinciannya, Rp2,4 juta untuk seragam dan Rp1,8 juta untuk kegiatan sekolah. Ubaid menyebut pihak sekolah awalnya meminta sumbangan, namun akhirnya orang tua wajib membayar.
“Besaran sumbangan disepakati dalam rapat, padahal orang tua hanya diminta untuk menyetujui saat rapat dan tidak diberikan opsi lain,” beber Ubaid, Jumat, 13 Oktober 2023.
Ubaid menyebut sekolah bersembunyi di balik komite sekolah. Seolah-olah ide sumbangan itu telah melalui komite sekolah.
“Padahal, sutradaranya adalah pihak sekolah,” ungkap dia.
Ubaid mengatakan pihak sekolah juga tak mau menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dengan dalih dana BOS tidak cukup. “Tapi, di saat bersamaan laporan dana BOS tidak bisa diakses,” ujar dia.

Ubaid melampirkan sejumlah potongan pembicaraan grup WhatsApp orang tua SMKN 1 Tangsel. Sebelumnya, sudah ada pungutan serupa tapi dengan nominal Rp600rb.
Kini, sumbangan tersebut malah naik 300 persen. Orang tua juga diancam bila tidak membayar, anak tidak dapat mengikuti kegiatan sekolah.
Dalam percakapan di grup WhatsApp itu, ada orang tua yang menyindir kalau besaran sumbangan layaknya terjadi di sekolah swasta. Ubaid juga memperlihatkan bukti kwitansi sudah ada orang tua yang membayar sumbangan tersebut.

Percapakan grup WhatsApp orang tua SMKN 1 Tangsel. DOK JPPI