JAKARTA – Pengusaha Milenial Kalam Rechan mengatakan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan penerima bansos dari permerintah cenderung diarahkan memilih capres 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
“Dari hasil survei LSI tersebut, saya menduga ada malapraktik realisasi anggaran bansos dan bantuan langsung tunai (BLT) yang ditarik di awal tahun di luar dari kewajaran,” ujar Kalam Rechan, menanggapi dugaan cawe-cawe Presiden Jokowi yang berbuntut kecurangan Pemilu, Rabu, 27 Februari 2024.
Lebih lanjut, Kalam berharap tiga partai pengusung pasangan capres 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Partai NasDem, PKB dan harus solid, jangan setengah hati tergoda ajakan Presiden Jokowi untuk ikut bergabung di pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Hak angket DPR RI harus bergulir dan didukung rakyat. Apalagi hasil survei Lembagai Survei Indonesia (LSI) semakin membuktikan bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah sarat politisasi.
Dilihat dari hasil LSI tersebut, lanjut dia, ada dugaan keterlibatan presiden dan kelompoknya dalam berbagai gerakan pemenangan Prabowo-Gibran secara mutlak diatas 60 persen untuk menghindari dua kali putaran yang akan dimenangkan pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).
“Nah, ini yang dikhawatirkan mereka karena pemilu tanpa kecurangan AMIN akan menang.”
Dia menuturkan kecurangan pemilu yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan perampokan suara rakyat yang tidak bisa ditolerir dalam bentuk apa pun.
Kalam mencontohkan persiapan kemenangan Prabowo-Gibran sekali putaran tak lepas dari perananan Presiden Jokowi yang sudah mengondisikan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka lolos sebagai calon wakil presiden lewat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah jelas melanggar konstitusi.
Dia menambahkan kampanye terselubung presiden dalam masa kampanye yang ditunjukkan adanya pertemuan dengan pimpinan partai pengusung Prabowo-Gibran (Pra-Gib) dihadapan publik sebagai bentuk ketidakadilan kepada pasangan capres yang lain.
Untuk informasi, LSI merilis hasil survei teranyar soal korelasi antara penerima bansos pemerintah dengan dukungan terhadap kandidat di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.
Survei pasca pemilu ini dilakukan LSI pada 19-21 Februari 2024. Hasilnya, sebanyak 24,8 persen responden mengaku menerima bansos dari pemerintah. Dari jumlah itu, 69,3 persen mengaku mencoblos Prabowo-Gibran.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan alokasi dana bantuan sosial (bansos) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 mencapai Rp496,8 triliun. Jumlah itu naik Rp20,5 triliun dari alokasi di APBN 2023. [Kba]