– Menteri Pertanian Amran Sulaiman bakal memperbaiki lahan pertanian yang rusak akibat banjir lahar dingin Gunung Marapi. Selain memperbaiki lahan, ia juga menggaransi penyaluran bantuan bibit, pupuk, dan alat-alat pertanian sesegera mungkin.
Ada pun dalam keterangannya, Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya telah menerima laporan bahwa bencana banjir lahar dingin dan longsor di Sumbar.
Musibah itu turut berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat di Agam dan Tanah Datar. Sebab, cukup banyak lahan pertanian yang rusak hingga mengalami gagal panen atau puso.
Dari data yang dia terima, Amran menyebut, ada sekitar 450 hektare lahan pertanian yang gagal panen (puso), dan sekitar 1.600 hektare tanaman yang rusak. “Sehingga totalnya sekitar dua ribuan hektare yang terdampak. Nanti kita bantu bibit gratis dengan anggaran sekitar Rp10 miliar.”
“Nanti ditambah pupuk dan alat-alat pertanian, totalnya mungkin sekitar Rp15-20 miliar,” katanya.
Sejauh ini, sebut Amran, ia telah menghubungi Ditjen terkait untuk menindaklanjuti penanganan terhadap dampak kerugian dari sektor pertanian tersebut. “Untuk rehab lahan, itu kita siapkan anggaran Rp10 miliar lebih paling lambar dikucurkan bulan depan.”
“Tergantung kesiapan administrasi Provinsi dan Kabupaten,” sebut Amran.
Jika semua dijumlahkan dengan bantuan benih gratis, pupuk, serta alat mesin pertanian, maka total biaya yang dia kucurkan mencapai Rp20 miliar.
Selanjutnya, ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melalui dinas terkait di kabupaten/kota dan provinsi untuk menyegerakan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang akan menerima bantuan.
“Saya sudah telpon Dirjen terkait. InsyaAllah akan dialihkan anggarannya ke sini.”
“Saya minta Kepala Dinas Kabupaten/Kota dan Provinsi segera menindaklanjuti CPCL-nya. Bantu masyarakat untuk administrasinya.”
“UPT Kementan di Sumbar juga saya minta segera bertindak bantu masyarakat,” bebernya.