Kaget Isu Beras Sintesis, Wawako Bukittinggi Minta Polisi Telusuri Asalnya

 BUKITTINGGI − Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi mengaku kaget mendengar kabar ada isu beras sintetis di Kota Bukittinggi. Marfendi berharap kepada pihak kepolisian untuk bisa menelusuri keberadaan beras sintetis tersebut.

“Kita minta pihak kepolisian, tolong ditelusuri dari mana asal barang itu,” pinta Marfendi. Ia juga tak pernah membayangkan kalau seandainya pernah ada beras sintetis di Kota Bukittinggi.

Oleh karena itu, ia minta kepada polisi untuk menelusuri hingga ke ujung-ujungnya, kemudian dari mana masuknya. “Kita kan tidak terlalu mampu membedakan mana beras asli mana beras sintetis. Itu tugas polisi untuk mendeteksi dari mana barang itu datangnya,” pungkas Marfendi.

Belakangan ini, beredarnya beras yang di duga sintetis di Kota Bukittinggi Provinsi Sumbar membuat heboh warga Bukittinggi. Bahkan ada warga yang mengaku mengalami gangguan kesehatan, karena memakan beras palsu tersebut.

Oleh karena itu, penting bagi kita sebagai konsumen untuk dapat membedakan produk makanan yang asli dan berkualitas dari yang sintetis.

Salah satu bahan makanan yang sering menjadi perhatian adalah beras. Berikut adalah panduan mudah untuk membedakan beras asli dengan yang palsu.

Membedakan Beras Asli dengan Sintetis
1. Perhatikan Warna dan Kilap

Beras asli umumnya memiliki warna alami yang agak transparan dan tidak terlalu mengkilap. Beras sintetis cenderung memiliki kilap yang berlebihan dan warna yang terlalu putih dan seragam. Pilih beras yang memiliki warna lebih alami untuk memastikan keasliannya.

2. Periksa Kadar Air

Kandungan air dalam beras dapat menjadi indikator kualitas. Beras asli umumnya memiliki kadar air yang lebih rendah, sementara beras sintetis dapat memiliki kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi dapat menyebabkan beras cepat basi dan berjamur.

3. Cium Aroma Beras

Bau adalah petunjuk penting. Beras asli biasanya memiliki aroma khas dan segar, sedangkan beras sintetis dapat memiliki aroma kimia atau tidak alami. Jika bau beras terasa aneh atau terlalu kuat, sebaiknya pertimbangkan untuk tidak membeli.

4. Sentuh dan Rasakan Tekstur

Beras asli umumnya memiliki tekstur yang agak kasar dan tidak terlalu halus. Sebaliknya, beras sintetis mungkin terasa terlalu halus dan licin. Sentuh dan rasakan teksturnya untuk mendapatkan gambaran lebih baik.

5. Perhatikan Harga yang Masuk Akal

Harga yang terlalu murah bisa menjadi indikator bahwa beras tersebut bukan beras asli. Proses produksi beras sintetis mungkin lebih murah, tetapi harga yang terlalu rendah mungkin mencurigakan. Jangan ragu untuk membandingkan harga dengan merek lain yang dikenal sebagai beras asli.

6. Periksa Kemasan dan Label

Perhatikan kemasan dan label beras. Produk berkualitas tinggi biasanya memiliki kemasan yang baik dan label yang jelas. Pastikan untuk membeli beras dari toko atau produsen yang terpercaya.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, diharapkan konsumen dapat lebih mudah membedakan beras asli dan yang palsu. [*]