Gelitik JARI : Kecepatan Berpikir dan Bertindak Benar
ebenaran. Kita tidak bisa hidup tanpanya, baik itu menyangkut ilmu pengetahuan, politik atau hukum. Namun terutama ketika menyangkut isu-isu penting, seperti pertanyaan apakah seseorang calon gubernur harus dipilih karena dia memberi uang dan sembako, kita dengan cepat mengambil kesimpulan yang salah dari informasi yang tersedia. Bagaimana Anda bisa menilai dengan lebih baik?
Waspadai keterbatasan evolusioner Anda
Kecepatan adalah yang terpenting ketika kita mencari pengetahuan, bukan kebenaran. Hal ini dapat dengan mudah dijelaskan dari sudut pandang evolusi. Bagaimana jika Anda sedang berjalan di lorong-lorong pemukiman warga dan mendengar suara warga riuh karena ada yang membagikan sembako dan uang? Mendekat untuk melihat ke kerumunan adalah pilihan terbaik. Anda telah mengambil risiko itu membuktikan informasi.
Kapasitas kognitif kita terhadap keadaan sehari-hari sudah cukup baik. Jika seorang teman mengatakan bahwa dia baru saja menerima paket sembako dan sejumlah uang, sebaiknya kita memercayainya tanpa ragu, setidaknya agar tidak merusak hubungan pertemanan kita dengannya. Namun beberapa saat kemudian pikirkan politik, sains, dan hukum serta dampak yang terjadi pada teman kita itu. Nasehati dan beri penjelasan, beri umpan balik kepadanya agar dia menyakini sebab akibatnya.
Jangan hanya mengandalkan kekuatan argumen
Kecerdasan belum tentu mengarah pada kebenaran. Faktanya: ‘Semakin cerdas Anda, semakin baik Anda dalam menyangkal argumen yang melemahkan posisi Anda sendiri. Banyak penelitian yang mengkonfirmasi hal ini. Misalnya, siswa yang pro dan menentang hukuman mati harus membaca literatur yang sama mengenai hal ini. Setelah itu mereka tampak semakin terpolarisasi.’
Sadarilah bahwa media baru memperkuat bias konfirmasi kita
Kami mencari koherensi, menginginkan seperangkat keyakinan yang koheren. Itu sebabnya kita mempercayai informasi yang menegaskan apa yang sudah kita pikirkan ( bias konfirmasi ) dan mengabaikan data yang tidak sesuai dengan keyakinan kita.
Jangan lupa mengatur kritik Anda sendiri
Gugurnya keadilan dari berbagai bidang, seperti hakim, ahli statistik,pengacara, politisi dan psikolog. ‘Saya bertanya kepada orang-orang ini karena keahlian mereka, namun juga karena saya tahu mereka siap mengkritik dan membenarkan kritik tersebut.
Masyarakat semakin marah terhadap administrasi politik: ‘Terkadang benar, terkadang salah, namun pada akhirnya hal itu tidak penting. Yang penting adalah kita harus melakukan sesuatu terhadapnya.’ Saya percaya bahwa kita harus mengambil contoh dari negara demokrasi pertama dan paling radikal yang pernah ada: Athena. Di polis Yunani, semua jabatan dapat diisi oleh siapa saja, dan jabatan sering kali dirotasi. Hal tersebut dapat mengurangi jarak antara masyarakat dengan pemerintahnya, dan masih dapat kita lihat dalam pemerintahan saat ini.
Berpikirlah dengan lantang
Kita harus memperbarui demokrasi. Kami melakukan hal ini dengan melibatkan warga dalam pengambilan keputusan politik. Salah satunya dengan mengintegrasikan percakapan politik ke dalam kehidupan kita sehari-hari. Para pemilih pada pemilu seringkali hanya menjadi penonton yang bertepuk tangan karena senang menerima bingkisan hadiah atau mencemooh kinerja para politisi.’ Mereka hanya pasif, tidak berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan. Namun politik adalah bagian tak terpisahkan dari keberadaan kita, politik adalah pemerintahan kita sendiri. Karena kita tidak bisa melakukan perubahan tanpa berpikir dan bertindak bersama-sama.
Referendum dan demonstrasi adalah cara-cara yang digunakan oleh masyarakat demokrasi untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka. Tapi apakah itu cukup? Pelanggaran hukum tanpa kekerasan dan hati nurani ini secara terbuka menentang kebijakan yang tidak adil. Hal ini tidak bertujuan untuk kepentingan individu, namun fokus pada kemajuan seluruh masyarakat.
Jumat, 22 November 2024
Gesah Politik Jaringan Aliansi Rakyat Independen
Dr (Cand) Ade Indra Chaniago – Indra Darmawan