Berpikir Secara Menyeluruh, Radikal dan Rasional
Filsafat adalah “berpikir secara menyeluruh, radikal dan rasional sebagai proses yang tanpa henti untuk mencari kebenaran secara terus menerus dan pada akhirnya dapat memahami makna segala sesuatu termasuk makna kehidupan manusia”.
erbicara Filsafat Islam, tidak pernah lepas kaitannya dengan Filsafat Yunani selaku pelopor pemikiran filsafat yang orisinil. Relasi keduanya ini yang kemudian memunculkan klaim berbagai pihak bahwa Filsafat Islam merupakan duplikasi atau tukar bahasa dari Yunani ke Islam. Padahal, semuanya tidak sesederhana itu.
Meskipun secara historis antara Filsafat Islam dan Yunani terkait, namun secara pijakan berfikir Filsafat Islam jauh lebih kokoh karena berangkat dari kesadaran telah menemukan tuhan yaitu Allah Swt. Berbeda dengan segelintir pemikiran filosof Yunani yang mendeskripsikan hakikat tuhan sebagai sesuatu yang masih ambigu, dalam arti memiliki kebenaran yang filosofis namun belum memiliki identitas yang terarah secara jelas sebagaimana yang Islam miliki. Maka tidak heran jika filsafat Yunani memiliki tujuan mencari tuhan (kebenaran), sedangkan Filsafat Islam bertujuan memperkuat aqidah yang sudah ada sebelumnya.
Selanjutnya, filsafat sering sekali dipandang sebagai pemikiran yang membingungkan bahkan menyesatkan umat manusia. Pandangan semacam ini tentunya sangat disayangkan, karena filsafat secara esensial justru sangat penting artinya bagi kehidupan manusia, khususnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan.
Filsafat secara umum adalah berpikir secara menyeluruh, mendalam, radikal dan rasional, tentang sesuatu.
1. Filsafat itu mencari kebenaran, dengan bertanya secara terus menerus tentang segala hal, dari persoalan gajah sampai persoalan semut, dari soal hukum, dan politik hingga soal moral dan metafisika dan sebagainya.
2. Filsafat merupakan sebuah disiplin ilmu yang terkait dengan perihal kebijaksanaan. Sedangkan kebijaksanaan merupakan titik ideal dalam kehidupan manusia, karena ia dapat menjadikan manusia untuk bersikap dan bertindak atas dasar pertimbangan kemanusiaan yang tinggi.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa filsafat adalah “berpikir secara menyeluruh, radikal dan rasional sebagai proses yang tanpa henti untuk mencari kebenaran secara terus menerus dan pada akhirnya dapat memahami makna segala sesuatu termasuk makna kehidupan manusia”.
Maka ketika kebenaran yang dicari telah ditemukan maka sudah tidak ada lagi keragu-raguan dalam suatu hal karena telah diterapkan sistem berfilsafat
Adapun filsafat Islam adalah perkembangan pemikiran umat Islam dalam masalah ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam semesta yang disinari ajaran Islam.
Banyak kontroversi yang mengatakan bahwa filsafat Islam sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah filsafat Yunani yang bukunya diterjemahkan kedalam Bahasa Arab. Namun hal itu sama sekali tidak benar, Agama Islam sebenarnya banyak sekali ajarannya yang dianjurkan untuk berfikir.
Suatu kepentingan untuk mempelajari dan memahami secara baik dan benar tentang filsafat Islam, karena dengan semua ajaran Agama Islam itu sendiri banyak yang menyeru umatnya untuk berfikir, seperti memerhatikan bumi dan langit serta mengambil manfaatnya dengan berfikir secara filsafat.
Oleh karena itu banyak hal yang membuat Ilmu Filsafat Islam sangat penting untuk dipelajari mengingat sangat banyak sekali munculnya ragam Ilmu pengetahuan baru yang apabila ilmu tersebut tidak didasari dengan filsafat maka ilmu tersebut akan mudah untuk disesatkan karena tidak mempunyai dasar yang kuat.
Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber di Alam Terkembang