JAKARTA − Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto membeberkan, adanya ‘mafia’ yang memborong peralatan energi baru dan terbarukan. Peralatan itu, diungkapkannya, rata-rata merupakan barang dari impor.
“Kandungan impornya sangat tinggi sekali, dari segi harga walaupun ada kecenderungan harganya menurun namun masih tinggi. Ini kan akan membebani APBN, seharusnya karena kita bertahap, mesti bisa dialihkan sebagian besar bisa dialihkan,” kata Mulyanto saat berbincang dengan Pro3 RRI, Selasa (23/1/2024).
Mulyanto juga menilai, langkah pemerintah meralat target zero emisi pada tahun 2060 seperti sedang ‘make up’. Padahal target zero emisi tersebut, pada dasarnya tidak perlu diralat maupun diubah oleh pemerintah.
“Pola berpikir pemerintah merevisi target semacam make up, membuat cantik tapi sesungguhnya tidak mendidik. Lebih bagus biarin saja tidak usah diubah-rubah, kalaupun nanti tidak tercapai, sebutkan alasannya tidak tercapai, kita memaklumi,” ucap Mulyanto.
Kemudian, Mulyanto membeberkan, alasan pemerintah tidak pernah mencapai target penurunan emisi tiap tahunnya. Salah satu alasan yang diungkap pemerintah, terkait regulasi.
“Alasannya ya, sekali lagi yang sering diungkap ya investor, kita kelebihan pasok energi, macem-macem. Regulasinya belum establis, kalau kami ya menilai pastinya tidak begitu lah alasannya, alasannya pemerintah tidak sungguh-sungguh,” ujar Mulyanto. [Dh]