BINTAN − Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat tiga kecamatan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) terendam banjir. Ini terjadi sejak Kamis (4/1/2024) dipicu curah hujan cukup tinggi ditambah air pasang laut.
“Prediksi BMKG terkait bencana hidrometeorologi di awal tahun sedang dialami Bintan. Khususnya cuaca ekstrem dan banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, Sabtu (6/1/2023).
Menurutnya sampai saat ini banjir masih terjadi di beberapa wilayah itu karena curah hujan yang cukup tinggi. Namun kondisi air mulai berangsur surut.
Ia menyebut ada sekitar 129 kepala keluarga (KK) dan 346 jiwa terdampak banjir. Mereka tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Bintan.
Yaitu Kecamatan Bintan Timur 70 KK dan 146 jiwa, kemudian Kecamatan Gunung Kijang 40 KK dan 134 jiwa. Serta Kecamatan Toapaya 19 KK dan 70 jiwa.
“BPBD telah menyalurkan bantuan logistik. Berupa sembako untuk kebutuhan makan-minum para korban terdampak banjir,” ujarnya.
Ramlah menyebut ada beberapa keluarga terdampak banjir terpaksa mengungsi, sebab banjir di rumah mereka belum surut. Misalnya di Kampung Sei Enam, Kelurahan Kecamatan Bintan Timur, ada sekitar lima KK dan 20 jiwa diungsikan di gedung/fasilitas pemerintah tingkat kelurahan setempat.
Kemudian, di Desa Malang Rapat, Kelurahan Gunung Kijang, ada sekitar delapan KK dan hampir 20 jiwa mengungsi di tenda bencana. Akibat kediaman mereka belum bisa digunakan imbas terendam banjir.
“Kita bersama pihak-pihak terkait membantu mendirikan tenda tak jauh dari rumah mereka. Sebenarnya sudah ada fasilitas posyandu untuk pengungsian, tapi warga sekitar lebih memilih tenda,” ucapnya.
Ramlah menyampaikan sejauh ini penanganan terhadap para korban terdampak banjir di tiga kecamatan itu berjalan baik dan lancar. Ini dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Oleh karena itu, Ramlah berharap persoalan banjir ini dapat segera teratasi dan tidak terulang lagi di tahun-tahun berikutnya. Ia mengajak seluruh instansi berwenang di lingkup Pemkab Bintan untuk melakukan mitigasi bencana banjir di daerah itu.
“Selama ini, alasan banjir di Bintan dipicu kondisi parit kurang lebar hingga penumpukan sedimentasi aliran sungai. Sehingga tidak bisa menampung air hujan dan memicu terjadinya banjir,” katanya. [Md]