Kasus COVID 19 Meningkat, Lansia dan Anak-anak Harus Dilindungi

 − Epidemiolog Masdalina Pane menyoroti naiknya kasus Covid-19 dengan rata-rata kasus harian bertambah 35-40 kasus. Untuk itu, ia menekankan pentingnya melindungi kelompok-kelompok berisiko tinggi seperti lansia dan anak-anak.

“Kita harus melindungi orang tua kita, mereka yang komorbid dan anak-anak kita. Itu harus kita lindungi agar tidak terinfeksi,” kata Masdalina dikutip dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Sabtu (9/12/2023).

Menurutnya, dalam libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebaiknya kelompok berisiko tidak berada di luar rumah. Apalagi, saat ini mulai mendekati musim hujan.

“Perubahan iklim ini akan menurunkan daya tahan tubuh kita. Maka hal ini harus menjadi concern kita,” ujarnya.

Selain itu, ia menyarankan perlunya mengkonsumsi makan makanan yang bergizi. Ditambah lagi dengan istirahat yang cukup.

“Kalau merasa terjadi penurunan daya tahan tubuh. Sebaiknya mengkonsumsi suplemen yang biasa diberikan,” ucapnya.

Sedangkan jika terjadi sakit ringan terutama di saluran pernafasan, sebaiknya langsung ke pusat layanan kesehatan. Hal ini penting dilakukan. “Dari situ bisa dikonfirmasi apakah kita terinfeksi Covid-19 atau tidak,” kata Masdalina.

Lebih lanjut, ia menyampaikan meningkatnya kasus Covid-19 tersebut. Menurutnya, hal itu disebabkan karena adanya dua varian Covid-19 yang dominan yaitu variian EG5.

“Varian ini sudah ada pada tahun lalu sekitar Juni dan Juli ya. Itu sudah masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, varian EG5 bersikulasi lebih aktif. Varian varian EG5 merupakan varian yang dominan di wilayah Asia Tenggara dan dan varian subrangkaiannya HK.3.

“Yang baru yaitu HK.3 yang juga naik angkanya. Ini dominan karenadisebabkan mutasi dari Covid-19,” ucapnya.

Akan tetapi, menurutnya, hal tersebut tidak perlu khawatir, karena virus itu bagian dari Omicron. “Omicron sejak ditemukan di Desember 2021 lalu sampai hari ini tidak menimbulkan gejala yang berat,” kata Masdalina.

Masdalina menyampaikan virus Omicron ini baru menimbulkan gejala berat. Jika menyasar kelompok tertentu seperti orang tua, mereka yang komorbid , anak-anak dan mereka yang belum divaksin. “Jadi dia akan berat di kelompok tersebut,” ujarnya.

Ia meyakini vaksinasi menjadi langkah yang efektif untuk menimalkan gejala dari virus Covid-19 tersebut. Terutama bagi mereka yang belum divaksin. “Kalau mereka yang sudah divaksin itu sebenarnya sudah terlindungi,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Maxi Rein Rondonuwu mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19 baik dosis lengkap maupun booster.

Sebab, , pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit tercatat antara 60-131 orang per 6 Desember. Dengan tingkat keterisian rumah sakit saat ini sebesar 0.06% dan angka kematian 0-3 kasus per hari.

Kenaikan kasus ini didominasi oleh subvarian Omicron XBB 1.5 yang juga menjadi penyebab gelombang infeksi COVID-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Selain varian XBB, Indonesia juga sudah mendeteksi adanya subvarian EG2 dan EG5.

“Saat ini, kami melihat ada kenaikan (kasus) yang cukup signifikan. Diharapkan seluruh masyarakat untuk segera vaksinasi, dosis lengkap maupun booster,” kata Dirjen Maxi, Jumat (8/12/2023). [*]