Kader Golkar Ini Belum Yakin Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

 YOGYAKARTA – Pilpres 14 Februari 2024 sudah digelar. Hasil penghitungan secara quick count yang ditayangkan di televisi nasional menyebut pemenangnya paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran. Sementara real count sudah masuk 75 persen dengan perolehan suara yang tidak jauh beda dengan quick count.

Kader Partai Golkar Yogyakarta R Nur Is Dewoyono mengaku, hingga saat ini belum meyakini Prabowo-Gibran menang Pilpres 2024 dalam satu putaran. Dia menyebut Pilpres belum selesai.

“Sebagai kader Golkar, saya belum yakin ada pemenangnya. Lebih baik menghormati dari keputusan resmi KPU,” katanya kepada KBA News, Sabtu, 24 Februari 2024.

Pria yang akrab disapa Dewo PLO ini justru curiga dengan penghitungan quick count dan real count.

“Apalagi akhir-akhir ini beredar bocornya video Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari yang menyebut paslon 02 menang di quick count sudah diskenario sebelum Pilpres,” katanya.

“Angka-angka presentase yang disampaikan Qodari pada pertemuan tanggal 5 Januari tu sama seperti hasil quick count Pilpres,” imbuhnya.

Sementara jika dilihat dari real count sejauh ini belum 100 persen. Di sisi lain, basis data real count bersumber dari Sirekap yang sebagian besar bermasalah.

“Banyak salah input data di Sirekap, nggak tahu ini human error atau kesengajaan. Jadi bagaimana mung percaya dengan Sirekap,” jelasnya.

Di sisi lain, Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) punya tabulasi rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2024. Orang-orang terlibat dalam rekapitulasi suara Timnas AMIN ini juga para pakar yang tidak diragukan lagi keilmuannya.

Bahkan, kata dia, dari informasi yang didapatkan, hasil penghitungan dari Timnas AMIN, kemenangan paslon 02 Prabowo-Gibran di bawah 50 persen. Dengan kata lain, kemungkinan Pilpres 2024 berlangsung dalam dua putaran. “Tim dari Timas AMIN juga punya penghitungan sendiri,” ungkapnya.

READ BACA BOS KU!!!!  JARI: Kemaro sebagai Simpul Peradaban

Dewo PLO mengungkapkan, saat ini lebih baik menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU. “Jadi, saya pribadi belum yakin Pilpres sudah selesai,” tegasnya.

Dia pun mendorong jika ada pihak yang merasa dicurangi untuk tidak segan melakukan perlawanan. “Kalau 01 kalah dengan dicurangi sebaiknya melawan,” ujarnya. [Kba]