Ribuan Jiwa Terdampak Kekeringan di Lombok Utara

 LOMBOK UTARA − L0mbok Utara terdampak kekeringan. Hal ini disampaikan Sekretaris BPBD Kabupaten Lombok Utara I Nyoman Juliade.

Nyoman menjamin pihaknya telah membantu ribuan warga yang terdampak kekeringan tersebut. “Kalau tidak tersentuh bantuan pasti mereka akan teriak,” kata Juliade, Minggu (30/6/2024).

Ia mengatakan, penyebab kekeringan itu seperti, putusnya pipanisasi dan sulitnya mata air. Sehingga, membuat kehidupan masyarakt terdampak dengan kekeringan ini.

“Dampaknya sangat memprihatinkan bagi masyarakat,” ucapnya. Namun, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mengatasi kekeringan ini.

“Pemerintah daerah melalui PUPR beberapa titik sudah dipasang pipanisasi. Untuk menghidupkan kembali saluran-saluran yang putus,” ujarnya.

Selain itu, Juliade mengungkapkan BPBD dan berebagai pemangku kepentingan (stakeholder). Seperti, PMI dan Polres juga turut membantu meringankan beban masyarakat.

“Khususnya BPBD siapapun masyarakat yang melapor dan meminta air. Kami selalu turun melakukan pengisian penampungan-penampungan yang disediakan oleh masyarakat,” ucapnya.

BPBD, kata Juliade, memiliki dua truk tangki air yang masing-masing berisi 5.000 liter air. Truk tangki air ini diturunkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Kami juga dibantu dari PMI punya 3 armada dan Polres juga armada,” katanya. Ditambah lagi bantuan dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dengan menyumbang air 50 tangki.

Ia menjamin, penanganan kekeringan ini dilakukan dengan semaksimal mungkin. “Itu yang bisa kami lakukan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya. [Im]