PASTIKAN MPR/DPR BUBAR DAN REZIM WOWOK-GIBRAN JATUH (8): Rezim Wiwik-Wowok-Gibran Bersama The Walking Deads Tidak Akan Membawa Indonesia Keluar Dari Kegelapan…
Sri-Bintang Pamungkas
udah dipastikan Yudhi, Menteri Keuangan yang baru, tidak mempunyai Hati Nurani dengan Akhlak Mulia. Semata-mata karena rela bergabung bersama the Walking Deads, para Mumi Hidup Busuk dalam Kabinet Wowok-Gibran, yang bergelimang harta hasil Korupsi dan yang bukan haknya. Yudhi tidak bisa membedakan Yang Hak dengan Yang Batil, serta mencampuradukkan Yang Makruf dengan Yang Mungkar…
Pada awal pembangunan, Pak Harto membedakan Sukubunga untuk orang-orang Miskin dan Usaha-usaha Kecil dari Orang-orang Kaya dan Usaha-usaha Besar. Kebijakan yang luhur dan berpihak kepada Rajyat Kecil itu ditentang keras oleh para Mafia Berkelay dengan berbagai alasan. Pak Harto tidak bisa berbuat lain, selain menyetujui pikiran para Teknokrat itu. Akibatnya, selama 50 tahun terakhir sesudah itu, sebagian terbesar Rakyat Indonesia tetap miskin, sedang sebagian kecil sisanya bergelimang dengan harta melimpah. Bahkan sekarang 70% Rakyat Indonesia miskin dan sengsara.
Perihal Kemiskinan Struktural seperti ini tidak pernah mendapat perhatian dari para Teknokrat di sekeliling Pak Harto. Oleh sebab itu mereka gagal. Demilian pula perihal itu tidak pernah dilihat oleh Srimul dan Yudhi. Mereka pun tidak mau berusaha melakukan perubahan-perubahan penting. Karenanya, Indonesia akan tetap gelap…
Sesungguhnya Bung Hatta sudah melihat ini sebelum Kemerdekaan. Dia tidak terlalu butuh dengan Teori Ekonominya Adam Smith, Keynes, Friedman atau pun Samuelson dan lain-lain. Teori Ekonomi Bung Hatta sungguh sangat sederhana: “Perekonomian Disusun Sebagai Usaha Bersama Berdasarkan Asas Kekeluargaan” Pada 1955 Widjojo Nitisastro menentang Teori ini, tetapi terbukti mulai 1970an, Pikiran Bung Hatta dipertimbankan para Ahli Ekonomi Dunia. Widjojo “telat mikir”; sedang Srimul dan Yudhi yang “tidak mikir”.
Terjadilah Paradox Indonesia… Negara Kaya-Raya, tapi Rakyatnya Miskin. Negara Agraris, tapi para Petaninya tidak cukup punya Lahan untuk Bercocok Tanam, dan para Nelayannya tidak cukup punya Pantai dan Perahu untuk Melaut. Bahkan Lahan-lahan Pertanian habis dilahap Tuan-tuan Tanah, dan Pantai-pantai Laut dipagari dan ditangguli untuk membikin Negara Pantai Cina (Water Front Chinese Community).
Yudhi bingung, tidak tahu ke mana Himpunan Bank Negara (Himbara) mau menyalurkan dana 200 Trilyun Rupiah dengan Bunga-berbunga. Padahal ada 170 juta Rakyat Miskin yang dahaga dan merana menantikan Kredit Tanpa Bunga. Rezim Wowok- Gibran masih saja tidak rela mengucurkan dana kepada Rakyat sendiri dengan masih saja menghitung Untung-Rugi dan Uang Kembali… Padahal itu adalah milik Rakyat hasil merampok Kekayaan Rakyat dan membayar Pajak.
Kalau Negara Ikhlas kepada Rakyatnya sendiri, maka tidak perlu kesulitan mendapatkan sektor-sektor Ekonomi Rakyat sebagai Target Penyaluran Kredit. Kembalikan Lahan-lahan Pertanian kepada para Petani, berikut Alat-alat Pertanian, Pupuk dan Saprodi lainnya; kembalikan Pantai-pantai Laut kepada para Nelayan Pelaut, berikut Kapal-kapal laut bermotor Penangkap Ikan dan hasil laut lain nya.
Ubah Warung-warung Tegal, Kelontong, Pasar Tradisional menjadi Pusat-pusat Bisnis dan Belanja yang sehat dan berkwalitas. Kumpulkan para Pedagang Jalanan, Dorongan, Pejalan Kaki, Asongan dan lain-lain ke Pusat-pusat atau Kawasan Usaha dan Industri Kecil seperti Ide di Jaman Pak Harto. Intinya, Fakir Miskin dan Anak-anak Telantar dipelihara Negara…
Ada lagi yang lain: Bantu Usaha-usaha Kecil, Menengah dan Besar yang terpaksa tutup dan memPHK karyawannya, agar bisa membuka usahanya kembali. Contoh kecil yang saya ulang-ulang adalah bantu Sritex dengan 25 Trilyun menjadi BUMN Tekstil agar bisa berproduksi lagi dengan mempekerjakan kembali 15 ribu karyawannya… Masih ada puluhan pabrik seperti Sritex yang tutup dan perlu dibuka lagi…
Dan masih ada lagi yang luar biasa: hapus bukukan (write off) Utang BLBI yang dituduhkan Srimul tanpa Bukti kepada Texmaco. Maka Texmaco akan bangkit kembali dengan produk-produknya Textil, Sedan, Truk, Bus, Traktor, Alat-alat Berat dan Komputer. Maka ribuan Trilyun Rupiah hasil pembelian Sedan Jepang, Jerman, Korsel, Cina dan Asing lainnya akan bisa diselamatkan setiap tahunnya.
Tapi, pikiran-pikiran itu akan ditolak Rezim Wowok-Gibran, karena Wowok sudah berjanji kepada Wiwik dan Xi Jinping untuk tetap memelihara para Cina Oligarki yang bermaksud menjajah NKRI. Demikian pula Wowok sudah telanjur ketakutan terkencing-kencing terhadap Donald Trump. Kalau ini benar terjadi, maka tidak ada jalan keluar lain menuju Indonesia Terang, selain menjungkirbalikkan Rezim Drakula Wiwik-Wowok-Gibran bersama antek-anteknya.
Jakarta, 15 September 2025
@SBP