Negara Wajib Akui dan Libatkan Aktivis Sebagai Dewan Warga, Atau Politisi Pecundang Binasakan Demokrasi?
Abiattar – Forum Jaringan Aliansi Rakyat Independen
ukan sebuah sistem demokrasi dimana warga negara hanya mempunyai kekuasaan politik setiap lima tahun sekali, namun sebuah sistem di mana warga negara benar-benar berpartisipasi. Karena partisipasi dalam demokrasi kita saat ini sangat kurang sehat.
Kita banyak mengeluh tentang politisi, tapi kita sendiri jarang mengambil tindakan politik. Mulailah dengan percakapan, melakukan pekerjaan sukarela, atau aktif secara sosial atau politik. Bangun organisasi kemasyarakatan dan jadikan wahana memberikan pendidikan politik untuk masyarakat.
Banyak orang tidak merasa didengarkan, tidak terwakili dan tidak dilindungi oleh politik. Para pemilih merasa tidak penting siapa yang mereka pilih. Sikap apatis terhadap demokrasi ini mengikis demokrasi.
Suara Aktivis lebih murni dari Politisi
Biarkan warga negara berpikir dan memutuskan tentang pemerintahan suatu negara melalui organisasi yang mewakili mereka (Ormas) karena politisi-politisi dan partai-partai politik tak banyak memberi manfaat untuk warga. Diskusi bersama kumpulan ormas untuk mencari solusi yang paling bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan, kemudian perwakilan ormas bisa kita sepakati sebagai Dewan Warga/Masyarakat menyampaikan langsung kepada para pemimpin partai politik dan Presiden.
Mengapa politik sendiri tidak mampu menyelesaikan permasalahan?
Debat politik sering kali berkaitan dengan penilaian, tentang memenangkan perdebatan, tentang membuat satu kalimat yang paling cerdas. Padahal seharusnya kesimpulan debat politik mengurai bagaimana sebagai wakil rakyat dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya? Politik terlalu mementingkan politik dan tidak cukup menampung dan membantu permasalahan yang terjadi dengan masyarakat.
Disinilah peranan Aktivis (Dewan Warga) untuk melengkapi kekurangan politisi. Negara harus memberikan, mengakui kesetaraan antara Aktivis dan Politisi. Bukan rahasia lagi Aktivis dalam memperjuangkan hak masyarakat tak sedikit masuk penjara bahkan berdarah-darah hingga mati, sementara politisi kebanyakan tidur saat paripurna digelar. Politisi mandul, dan tak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat sangat pantas dikucilkan dalam berkehidupan bermasyarakat, karena merusak citra demokrasi dan partai politik.
Para politisi hanya memikirkan jangka pendek, memilih kembali, dan tidak memikirkan jangka panjang. Penyebab lainnya adalah disiplin partai. Kepentingan partai mendominasi, dan kepentingan bersama berada di bawah mereka. Jadi ada interaksi antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama. ‘Ya. Dengan bertukar perspektif, kita melihat bahwa masyarakat semakin mampu melihat lebih jauh dari kepentingan mereka sendiri.
Dewan warga (Aktivis) bukan hanya sarana untuk memecahkan masalah yang kompleks di masyarakat, namun juga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap politik. Fakta bahwa sebagai penduduk biasa kita dihadapkan pada permintaan bantuan dari politisi sudah berdampak pada masyarakat. Para warga seringkali menganggap suatu kehormatan ketika politisi meminta bantuan mereka. Tapi kemudian ada sesuatu yang harus dilakukan dengan rekomendasi yang diberikan warga, jika tidak maka akan menjadi kontraproduktif.
Politisi tidak harus begitu saja mengatakan ya terhadap segala hal, namun mereka hanya bisa menolak rekomendasi jika sudah dirumuskan dengan jelas sebelumnya. Idenya adalah bahwa musyawarah seperti itu dapat mendorong terobosan terhadap isu-isu yang terhambat. Dewan warga (Aktivis) merupakan instrumen yang ampuh untuk membuat kebijakan yang baik, untuk mendekatkan masyarakat dan politik, serta untuk memperkuat kepercayaan terhadap demokrasi. Namun hal ini harus mampu memberikan dampak politik.
Tetapi ada juga gagasan bahwa masalah yang kompleks terlalu rumit bagi warga negara, atau bahwa mereka terlalu egois dan hanya bertindak demi kepentingan pribadi. Hal ini menciptakan kesenjangan besar antara politisi dan masyarakat. Sulit untuk meminta warga mempercayai politisi jika politisi tersebut tidak mempercayai warganya.
Mutlak. Politisi harus menanggapi warga negara dengan serius, memperlakukan mereka secara setara, dan ingin tahu tentang semua pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masyarakat. Jadi masih banyak ruang untuk perbaikan: politisi tidak lagi harus takut pada Aktivis masyarakat, namun harus menyambut mereka dengan tangan terbuka.
Indonesia, Sabtu, 14 Oktober 2023