Jutaan Massa di JIS, Pengamat UI: Kejadian Politik Luar Biasa dan Mencengangkan

Pengamat politik yang juga penggiat demokrasi dari Universitas Indonesia (UI) Watch Odih Juanda menyatakan kekagumannya atas banyaknya massa yang hadir di kampaye akbar Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN).

 JAKARTA – Pengamat politik yang juga penggiat demokrasi dari Universitas Indonesia (UI) Watch Odih Juanda menyatakan kekagumannya atas banyaknya massa yang hadir di kampaye akbar Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Sekitar sejuta orang itu merupakan rekord dalam sebuah kampanye politik.

“Menurut saya, peristiwa di JIS sungguh mencengangkan dan luar biasa,” kata Odih, Sabtu, 10 Februari 2024, seusai acara di JIS.

Ditambahkannya, banyak pengunjung yang hadir tak bisa masuk ke JIS bahkan sekadar datang saja ke area luar Stadion JIS.

“Adik saya dari Rangkasbitung baru sampai ke Stadion JIS setelah acara itu selesai. Dia masuk kedalam stadion hanya karena ingin menunjukan kehadirannya dan berfoto di kursi stadion,” katanya.

Odih melanjutkan warga yang hadir di JIS datang dari sekitar ibu kota dan kota-kota penyanggah. Mereka juga berdesakkan di halte dan stasiun commuter line.

“Diperkirakan mereka yang tak bisa masuk ke bagian dalam stadion bisa mencapai 5-10 kali lipat dari mereka yang bisa masuk ke dalam. Taksiran saya yang hadir antara 1-2 juta pengunjung di kampanye terakhir, itu, baik yang berada di dalam maupun yang di luar,” kata pengajar di berbagai perguruan tinggi itu.

Butuh perubahan

Odih Juanda mengatakan jutaan massa yang hadir di kampanye akbar AMIN di JIS, merupakan bukti bahwa rakyat butuh perubahan besar atas kondisi karut-marutnya bangsa saat ini.

“Dirusaknya demokrasi, bobroknya hukum, BUMN pada bangkrut, dan kohesi sosial di tengah masyarakat yang terbelah dan berantakan terjadi begitu mencolok mata.”

Rakyat, katanya, datang tanpa dibayar atau dikomando. Mereka antusias datang sendiri dengan ongkos sendiri. Mengurusi diri sendiri. Tidak seperti di pihak sebelah di mana peserta dibayar, dapat makan dan transportasi.

“Menurut saya, ini sesuai dengan rencana Allah, Anies Baswedan bisa menang sekali putaran saja dengan taksiran perolehan suara 54-61 persen . Bila dua putaran pun, Insya Allah menang,” ķata mantan ketua HMI FISIP UI itu.

Odih menuturkan tahap kampanye sudah selesai. Tinggal timses Anies dari pusat hingga daerah, tokoh masyarakat, mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia mengawasi pilpres ini agar jujur dan adil. Serta, tambahnya, siap mempertahankan apapun risikonya untuk menghadapi para “garong” suara, yang kemungkinan sekarang sedang merancang kecurangan.

“Timnas AMIN harus bisa mencegah sulap IT KPU jika ada pihak yang akan memainkan itu. Jangan mudah menyerah, jangan bisa digiring ke arah hukum yang sudah direkayasa para pencuri suara dan jangan mudah dipertolol demi persatuan dan kesatuan lalu mengalah.” demikian Odih Juanda. (Kba).