JARI: Politik Memerlukan Kebajikan
Abiattar – Forum Jaringan Aliansi Rakyat Independen
rang-orang tidak bahagia ketika segala sesuatunya berjalan buruk dan tidak puas ketika segala sesuatunya berjalan baik. Kebahagiaan tentu bukan tujuan politik, karena itu adalah sebuah hal yang sia-sia. Tujuan politik adalah kebebasan, artinya tidak tunduk pada kekuasaan sewenang-wenang pihak lain.
Bagi kaum liberal, kebebasan adalah tentang hal lain. Kebebasan liberal menuntut warga negara tidak boleh dihalangi selama mereka tidak merugikan orang lain. Namun bagi kaum republik, kebebasan berarti tidak ada seorang pun yang mempunyai kekuasaan atas individu lain dan setiap individu mempunyai hak untuk bersuara dalam undang-undang yang harus dipatuhi. Ini adalah kebebasan yang membutuhkan lebih banyak keterlibatan, baik dari politisi maupun warga negara. Peran kebajikan penting dalam keterlibatan ini.
Politik memerlukan kebajikan
Seorang politisi harus dibimbing oleh kebajikan. Mengembangkan potensi, berusaha menjadi yang terbaik. Jadi kebajikan tidak ada hubungannya dengan menyangkal diri sendiri. kebajikan adalah cara untuk meredam keberuntungan, kekuatan/kekuasaan membabi buta yang terus-menerus mengganggu semua rencana dan menindas orang. Politik tidak hanya tentang perolehan dan pemeliharaan kekuasaan, namun menanam, memupuk dan menebarkan kebaikan.
Banyak isu dalam politik saat ini berkisar pada identitas, semua jenis kelompok dan minoritas. Politik identitas sedang populer. Membeda-bedakan warga negara bukanlah hal yang baik. Dalam hal ini, politik identitas sebagai contoh konflik yang buruk.
Konflik adalah inti politik
Perjuangan antara elite dan rakyat mendorong kebebasan. Jadi ada kelompok yang punya kepentingan dan visi berbeda, dan itu bagus. Penting agar legitimasi kelompok lain tidak dipertanyakan. Contoh tradisional dari konflik yang baik adalah antara progresif politik dan konservatif.
Indonesia, Senin, 16 Oktober 2023