JARI : Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T Pemimpin Demokrasi Sejati di Sumsel

JARI : Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T Pemimpin Demokrasi Sejati di Sumsel

Kita banyak mengeluh tentang politisi pecundang, tapi kita sendiri jarang mengambil tindakan politik. Semestinya masyarakat berupaya aktif memulai percakapan tentang perubahan baru, lupakan tentang kelamnya pemimpin masa lalu, bekerjalah sukarela untuk mewujudkan harapan baru dengan pemimpin yang baru.”

emokrasi sejati adalah sebuah sistem di mana warga negara benar-benar berpartisipasi untuk menghasilkan pemimpin yang berintegritas serta terbukti memiliki komitmen membangun peradaban baru yang berdampak positif bagi masyarakatnya. Karena partisipasi dalam demokrasi kita saat ini sangat kurang.

Banyak orang tidak merasa didengarkan, tidak terwakili dan bahkan banyak hak mereka sebagai warga negara dimutilasi hingga dirampas, hidup mereka tidak dilindungi oleh politik. Para pemilih merasa tidak penting siapa yang mereka pilih. Sikap apatis terhadap demokrasi ini mengikis demokrasi.

Selama beberapa bulan terakhir, warga ini berdiskusi satu sama lain untuk mencari solusi pemimpin yang paling bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Mengapa politik sendiri tidak mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat?

Debat politik sering kali berkaitan dengan penilaian, tentang memenangkan perdebatan, tentang membuat satu kalimat yang paling cerdas. Padahal seharusnya pertanyaannya adalah: bagaimana kita sebagai wakil rakyat dapat melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya? Politik terlalu mementingkan politik dan tidak cukup dengan masyarakat.

Hal ini sebagian disebabkan oleh tekanan jejak kepemimpinan masa lalu dan kepentingan golongan. Artinya, para politisi hanya memikirkan jangka pendek, memilih kembali, dan tidak memikirkan jangka panjang. Penyebab lainnya adalah disiplin partai, jadi pilihlah dengan partai sendiri meski figur pemimpin itu minus prestasi, bahkan terindikasi pecundang demokrasi serta korupsi.

Menjadi pemimpin bukan hanya sarana untuk memecahkan masalah yang kompleks, namun juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap politik. Fakta bahwa sebagai warga biasa Anda dihadapkan pada permintaan bantuan dari politisi sudah berdampak pada masyarakat. Anda sering kali menganggap suatu kehormatan ketika politisi meminta bantuan Anda. Kemudian ada sesuatu yang harus dilakukan karena permintaan masyarakat, jika tidak maka akan menjadi kontraproduktif.

READ BACA BOS KU!!!!  JARI : Filsafat Yunani dan Ma'rifatullah

Jadi sering kali ada yang salah ketika rekomendasi diberikan kepada pemimpin?

Oleh karena itu, ketika mendukung calon pemimpin, perwakilan masyarakat harus menentukan seperti apa tindak lanjut politiknya, kapan calon pemimpin akan mendiskusikan permintaan masyarakat dan setelah menjadi pemimpin dapat merealisasikan proposal (kontrak politik) yang mengikat tersebut. Idenya adalah bahwa musyawarah seperti itu dapat mendorong terobosan terhadap isu-isu yang terhambat. perwakilan masyarakat merupakan instrumen yang ampuh untuk membuat kebijakan yang baik, untuk mendekatkan masyarakat dan pemimpin politik, serta untuk memperkuat kepercayaan terhadap demokrasi.

Apakah para politisi benar-benar menunggu hal tersebut? Apakah politisi mempercayai warga negara?

Saya memahaminya, karena politisi sering kali hanya berhadapan dengan warga ketika warga sudah marah. Masyarakat yang tidak setuju dengan suatu keputusan politik. Siapa yang melampiaskan kemarahannya di media sosial? Sekali lagi orang-orang yang tidak setuju dengan sesuatu. Karena politisi hanya melihat warga yang marah, mereka langsung berpikir: mungkin sebaiknya kita tidak melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan.

Tetapi ada juga gagasan bahwa masalah yang kompleks terlalu rumit bagi warga negara, atau bahwa mereka terlalu egois dan hanya bertindak demi kepentingan pribadi. Hal ini menciptakan kesenjangan besar antara perwakilan dan masyarakat. Sulit untuk meminta warga mempercayai politisi jika politisi tersebut tidak mempercayai warganya.

Pemimpin yang berdemokrasi harus menanggapi warga negara dengan serius, memperlakukan mereka secara setara, dan ingin tahu tentang semua keluhan masyarakat. Jadi masih banyak ruang untuk perbaikan bagi pemimpin menyambut mereka dengan tangan terbuka.

Spesial edisi Pilgub Sumsel: Coblos No. 2 “Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T”

Tugumulyo, 09 November 2024
Gelitik JARI