PADANG – Banjir yang melanda Kota Padamg pada 7 Maret lalu mengakibatkan kerugian. Termasuk lahan pertanian warga.
Dinas Pertanian Kota Padang mencatat, berdasarkan informasi dari tiga Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di Padang, sebanyak 7,25 hektare sawah di Padang gagal panen.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani kepada Diskominfo Padang.
“Iya, ada 7,25 hektare sawah yang terdampak banjir kemarin dan mengakibatkan gagal panen,” katanya.
Tiga BPP mencatat, sawah paling luas terdampar banjir yakni di Kecamatan Koto Tangah. Sebanyak 2 hektare sawah milik warga urung panen.
Kemudian di Kecamatan Lubuk Begalung seluas 1,75 hektare. Pauh 1,25 hektare.
Selanjutnya sawah di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 1,25 hektare. Di Kecamatan Kuranji seluas 0,75 hektare, dan Kecamatan Lubuk Kilangan seluas 0,25 hektare. “Sawah di enam kecamatan itu gagal panen,” ungkap Yoice.
Yoice menyebut, akibat banjir tersebut, petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Kerugian ditaksir mencapai Rp65.975.000,-,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada petani yang terdampak banjir untuk tanam padi selanjutnya menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Sebab menurut dia, melalui asuransi ini, petani hanya membayar Rp36.000/ha permusim tanam.
“Petani yang ikut asuransi, apabila terjadi banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).”
“Hal itu juga akan bisa mengklaim asuransinya Rp6 juta perhektare permusim tanam,” pungkasnya.(*)