DPR Desak Sri Mulyani Kerek Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2025

 JAKARTA − Anggota DPR RI mendesak Menteri Keuangan Sri Mulyani menaikkan target pertumbuhan ekonomi 2025 yang saat ini dipatok 5,2% (year-on-year/yoy) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.

Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ratna Juwita Sari menilai target pertumbuhan ekonomi 5,2% (yoy) pada tahun 2025 harusnya dapat ditingkatkan seperti pada level masa pandemi Covid-19 di 2022 sebesar 5,3% (yoy) .

“Terkait pertumbuhan ekonomi 5,2% meskipun angka ini lebih tinggi dari proyeksi IMF fraksi PKB menganjurkan agar target tersebut bisa dinaikkan di angka 5,3% sebagaimana diraih pada masa pandemi Covid-19 di 2022,” ucap Ratna dalam representasi pandangan umum Fraksi atas RUU APBN Tahun Anggaran 2025 beserta Nota Keuangannya di DPR RI, Selasa (20/8/2024).

Lebih lanjut, ia juga mendesak pemerintah memberikan perhatian khusus pada sisi investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) karena investasi dapat memberikan nilai tambah khususnya dalam penyerapan landmark kerja.

Sementara itu, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Adisatrya Suryo Sulisto berpandangan bahwa target pertumbuhan yang dipatok pemerintah untuk tahun 2025 tidak berlandaskan pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025.

Adisatrya mendesak pemerintah untuk memberikan penjelasan perbedaan angka pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan untuk tahun 2025 dengan yang sebelumnya telah dibahas oleh pemerintah bersama DPR RI.

“Pemerintah juga harus menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inflasi yang mengendalikan pendapatan rakyat, berapa tambahan pendapatan dengan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” ucap Adisatrya dalam rapat tersebut.

Ia menilai, pemerintah harus menjelaskan dampak besaran pertumbuhan ekonomi 5,2% terhadap penambahan lapangan kerja serta penguatan usaha di setiap sektor.

“Sehingga rakyat dapat mengetahui dampak pertumbuhan ekonomi berkualitas di kehidupannya,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,2% pada tahun 2025. Hal itu disampaikan dalam Pidato Keterangan Pemerintah atas RUU APBN Tahun 2025 beserta Nota Keuangan.

Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Keuangan I (Wamenkeu I) Suahasil Nazara mengatakan angka perkiraan tersebut menunjukkan pertumbuhan yang baik dan resiliensi dari perekonomian Indonesia, jika melihat kondisi global yang ada saat ini.

“5,2% itu berarti pertumbuhan yang sangat baik, apalagi di tengah kondisi ekonomi dunia yang gejolaknya tinggi sekali,” ujar Wamenkeu dalam keterangan pers, dikutip Sabtu (17/8/2024). [Az]