MEDAN − Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jl. Jaming Ginting No. 86 Medan pada Senin, 06/11/2023.
Kunjungan kerja dan silaturahmi PB-PASU tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkenalkan visi-misi PASU dan juga merupakan ramgkaian safari persiapan kegiatan Dialog Pemilu Damai yang mengusung thema: Honest, Fair and Peacefull Elention Are Everyone Dream yang akan digelar pada Sabtu 11 November 2023 di Aula Raja Inal Siregar Jl. Diponegoro No. 30 Medan.
Kehadiran sejumlah tokoh sentral PASU diantaranya, Eka Putra Zakran, Ketum, Betty FW Meliala, Waketum, Khomaini, Waketum, Imam Rusyadi Pangat, Direktur OSDM, Irfan Batubara, Direktur Infokom dan sejumlah anggota PASU lainnya diterima oleh Dr. Sutarto, MSi Sekretaris DPD PDIP, Dr. H. Bima Nusa, Wakil Sekretaris Internal dan Dr. Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDIP Sumut.
Eka Putra Zakran SH MH Ketum PASU menyampaikan bahwa PASU lahir pada tanggl 29 Maret 2022 di Hotel Madani Medan dan telah melaksanakan rapat kerja dan up-grading serta telah melaksanakan program-program sosial kemasyarakatan.
“Jadi kalau dari segi umur, PASU masih setahun jagung bang Tarto, bang Bima, tapi sudah melaksanakan banyak program-program sosial kemasyarakatan, mulai dari deklarasi, rapat kerja dan up-grading, bantuan hukum cuma-cuma dan baru-baru ini PB-PASU telah melakukan studi banding ke Malaysia bekerjasama dengan Fakulty UU dan Sain USIM Malaysia. Dan rencananya tahun 2024 atau 2025 jika PDIP tetap berkuasa PASU ingin studi ke Canberra, Australia. Nah terkait dalam waktu dekat ini, tepatnya Sabtu 11 November 2023 PASU akan menggelar dialog pemilu damai, dalam konteks menyongsong Pemilu 2024 sikap PASU adalah netral,” tegas Eka Putra Zakran yang juga merupakan Korbid Hukum dan HAM PD Muhammadiyah Kota Medan itu.
Betty FW Meliala SH, Waketum Bid Advokasi, Hukum dan HAM menambahkan, semoga pemilu 2024 berjalan damai.
“Semoga pemilu 2024 dapat berjalan damai, mari kita kawal agar pemilu terlaksana dengan sebaik-baiknya, lancar, aman dan damai tanpa ada kekurangan-kekurangan dalam pelaksanaannya,” ujar Betty.
Dr. Khomaini SE SH MH Waketum Bid Infokom dan Isu-isu strategis, menyampaikan harapannya agar dari dialog pemilu damai outputnya positif.
“Pertama Terima kasih ke DPD PDI Sumut telah menerima audiensu PB-PASU. Tadi secara umum sudah secara gamlang disampaikan oleh ketua umum PASU, nah harapan kita dari dilaksankannya dialog pemilu damai, ada outout positif, yaitu dalam rangka menghindari adanya praktik-praktik kecurangan pemilu, karena ada beberapa daerah yang memang terdeteksi berpotensi melakukan kecirangan-kecurangan dalam pemilu,” ungkap Khomaini.
Dr. Sutarto MSi, Sekretaris DPD PDIP Sumut, menyampaikan salam hangat dari ketua DPD untuk sahabat kami dari PASU.
“Kebetulan Ketua sedang padat kegiatan diluar kota, di humbang, toba dan kota sibolga, jadi beliau titip salam. Salam hormat dari Ketua DPD bang Rapiddin Simbolon, kami hari ini bertiga yang menerima, saya, bang DR. H. Bima Nusa sebagai wakil Sekretaris internal dan Dr. H. Aswan Jaya, Wakil Ketua DPD PDI Sumut”, sebut Sutarto.
Sutarto juga menjelaskan, kalau PASU Netral, PDIP malah tegak lurus untuk memenangkan Ganjar-Mahfud dan bagaimana memenangkan pribadi-pribadi kami dilegeslatif. Pertanyaan soal PDIP anti Islam dan anti ulama itu tidak benar, sebab jangankan PDIP semua partai politik pasti membutuhkan elektoral atau pemilih islam. Soal putusan MK dan dinamika Politik Nasional, kader PDIP tak terprovokasi, karean Ibu Megawati memerintahkan konsolidasi dan turun ke bawah. Nah, bagi teman-teman PASU yang mau bergabung di PDIP silahkan bergabung di Badan Hukum Rakyat (BHR), itu tempat pengkaderan untuk para advokat, beberapa Sutarto.
Dr. H. Aswan Jaya MA Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, menyampaikan apa yang sudah dijelaskan oleh Sekretaris DPD PDIP sudah terang dan gamblang.
“Bahwa PDIP merupakan Partai yang besar, sebab itu tidak ada cara bagi para kompetitor untuk melawan PDIP kecuali hanya lewat menyebar hoax. Jadi salah satu cara yang efektif untuk melawan partai besar itu dengan menyebar hoax. Kalau tanding untuk program ya mereka kalah, apa program mereka, kalau PDIP jelas programnya kepada rakyat,” tutup Aswan.
Laporan: Epza