Harga Sembako Picu Naiknya Inflasi di Padang

 PADANG − Fluktuasi harga sembako di Kota Padang memicu naiknya persentase inflasi di Ibukota Sumatera Barat itu. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Berita Resmi Statistik, inflasi Kota Padang berpotensi naik ke tingkat 3,2% akibat pergerakan harga.

Meskipun menurut Sekda Andree Algamar, jelang libur Nataru 2023, harga beberapa komoditi seperti cabe merah dan beras naik cukup signifikan. Namun pergerakan harga komoditas tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi peningkatan inflasi.

“Hal ini sudah kami laporkan ke unsur pimpinan, dan sudah ditindaklanjuti dengan pemberian arahan dari pimpinan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar, mengaku sudah mendapatkan laporan statistik tersebut. Dirinya pun sudah langsung memberikan instruksi kepada OPD dan instansi terkait untuk mengatasi peningkatan inflasi.

“Saya sudah menerima laporan Pak Sekda. Dan saya sudah instruksikan beberapa hal untuk dilaksanakan oleh OPD terkait.”

“Antara lain pelaksanaan pasar murah, pelaksanaan Sidak pasar agar tidak ada penimbunan barang atau komoditi, dan menjalin kerjasama dan komunikasi intensif dengan daerah penyangga,” beber Ekos.

Ia menjelaskan, langkah-langkah yang diambil tersebut bertujuan untuk menahan laju inflasi. Tujuannya kata dia, agar warga Kota Padang tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Insya Allah langkah-langkah yang kita ambil ini akan berdampak positif untuk perekonomian dan pemenuhan kebutuhan warga Kota Padang,” pungkasnya.(*)