Pemimpin Wajib Bawa Gagasan Kesetaraan dan kebajikan Politik
Abiattar – JARI & ForJIS
“Pada Abad Pertengahan sebenarnya tidak ada ruang dalam politik untuk kreativitas raja. Raja harus mematuhi hukum alam, hukum ilahi, dan hukum apa pun yang ada di negara tersebut.”
emang benar bahwa pada Abad Pertengahan orang-orang juga menyadari bahwa kadang-kadang tindakan harus diambil di luar tatanan ini. Namun karena tidak adanya landasan epistemologis bagi kreativitas ini, dalam kasus-kasus seperti itu orang-orang berbicara dengan putus asa tentang arcanum imperium, rahasia pemerintah. Keputusan-keputusan ekstra-politik yang kadang-kadang dibuat dan tidak dapat dipahami ditempatkan di bawah konsep itu. Tapi sebenarnya itu tidak lebih dari kebuntuan kognitif.”
Kehancuran yang disebabkan oleh perpecahan politik
Dan hal itu hanya bisa terjadi, jika muncul pemimpin yang kuat, pemimpin yang berbudi luhur. Kepemimpinan yang baik berarti bahwa seorang penguasa yang memiliki penilaian yang akurat, dipadukan dengan penilaian yang tajam dan ketegasan yang tegas, dapat membentuk situasi politik yang benar dan baik bagi Negara, bangsa pun pemimpin itu sendiri.
Pemimpin yang membawa gagasan Kesetaraan dan Kebajikan Politik
Kita cenderung berpikir bahwa kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan adalah hal yang setara. Jika kita memilih salah satu, yang lain pada akhirnya harus mengikuti. Namun jika kita menginginkan kebebasan, kita harus menerima ketidaksetaraan sampai batas tertentu dan sebaliknya.’ Fakta bahwa hal ini bertentangan dengan intuisi moral kita. Jika kesetaraan politik telah tercapai, maka cita-cita sosial lainnya, seperti keadilan dan kebebasan, juga akan terwujud dengan baik. Tak ada pilihan terbaik selain memilih pemimpin yang membawa gagasan kesetaraan dan kebajikan politik di negeri ini. Amin.
Gagasan tentang keberuntungan secara bertahap telah ditinggalkan. Kita sekarang hidup berdasarkan gagasan lengkap tentang kelayakan hidup (kesetaraan). Dan jangan lagi berpikir bahwa konflik antara pemimpin dengan kebajikan dan takdir adalah pertarungan, yang terkadang menang dan kemudian kalah. Pahamilah konflik sebagai kondisi yang diperlukan untuk perbaikan.
Sabtu, 28 Oktober 2023