Mengapa Harta, Tahta, dan Wanita Bisa Berbahaya?
Hendra Wijaya – Aktivis JARI
ebagai umat Muhammad SAW, mau tidak mau kita harus meneladani perilaku beliau semasa hidup. Dalam hal materi, sikap zuhud beliau contohkan kepada umatnya. Beliau tidak silau dengan harta karena tahu bahayanya. Beliau tidak menggunakan haknya untuk menjadi kaya meskipun AIIah SWT telah menawarinya.
Setiap makhluk hidup khususnya manusia terutama pria punya keinginan untuk memiliki, mendapatkan dan menguasai sesuatu yang ada di dunia ini. Sudah dapat 1 tapi merasa kurang maka, ia akan berusaha untuk mendapatkan kedua, ketiga dan seterusnya. Bila sudah bosan maka, ia akan mencari sesuatu yang lain untuk dimiliki dan menguasai suatu keinginan yang belum dimilikinya.
Nafsu identik dengan keinginan
Bila dalam hidupnya manusia terus bergelut dengan keinginan maka bisa dipastikan tidak akan ada habisnya. Berbeda dengan kebutuhan hidup yang memang harus dipenuhi karena bila diabaikan sama saja dengan mengabaikan sunnatullah. Makan adalah salah satu bentuk kebutuhan. Tanpa makan, tubuh manusia akan lemas dan sakit sehingga tidak mampu beribadah kepada Allah.
Ketika berdoa kepada Allah SWT, Rasulullah SAW hanya memohon agar kebutuhannya, bukan keinginannya, yang dicukupi, “Ya Allah, karuniakanlah rezeki kepada keluarga Muhammad berupa makanan pokok yang cukup untuk sehari di setiap harinya.”
Jika keinginan tidak dipenuhi, betapapun hal itu terasa sangat menyiksa, manusia tidak akan mati. Misalnya, keinginan memiliki mobil. Kadang manusia membutuhkan mobil bukan disebabkan oleh kebutuhan namun keinginannya. Biasanya, hal itu dilakukan semata-mata untuk menjaga pamor di depan orang lain. Akibatnya, tak jarang untuk memenuhi tuntutan nafsunya itu mereka harus berhutang.
Ajaran Islam sendiri menganjurkan ummatnya untuk menjadi seseorang yang kaya raya sehingga dengan kekayaannya tersebut akan memberikan banyak kemaslahatan bagi dakwa Islam. Akan tetapi, bagi mereka yang lebih berhati-hati dalam hidup, tentunya lebih memilih zuhud sebagai gaya hidup yang aman. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Kemiskinan dekat dengan kekufuran“. Dalam hadits lain beliau juga berpesan, “Carilah harta seakan engkau hidup selama lamanya di dunia ini, dan beribadahlah dengan sungguh sungguh (khusyu’) seakan engkau akan mati esok hari!”.
Sayangnya tidak sedikit umat Islam yang abai dengan hadits tersebut. Mereka berlomba – lomba mencari kekayaan duniawi namun melupakan kehidupan ukhrawi. Mereka terobsesi dengan kehidupan duniawi tanpa diiringi pondasi batiniah yang kuat.
Setelah beranjak dewasa maka ia punya keinginan untuk mempunyai harta dengan cara bekerja keras. Semakin ia bekerja keras lambat laun hartanya akan terkumpul banyak, semakin banyak harta semakin gila ia akan kedudukan. Karena yang namanya bekerja keras akan ada hasil yang dicapai yaitu berupa kedudukan, pangkat atau bahkan tahta kekuasaan dibidangnya. Jika belum tercapai, maka ia akan berusaha untuk mencapai kedudukan tersebut.
Bercermin kisah Qarun
Suatu ketika Qarun meminta kepada Nabi Musa as agar didoakan menjadi orang kaya. Meski Nabi Musa sudah mengingatkan bahwa materi akan membuat manusia terlena dalam menjalani kehidupan, Qarun bersikukuh dengan keinginannya. Dengan berat hati, Nabi Musa akhirnya mendoakannya dan permohonan beliau dikabulkan oleh Allah SWT. Apa yang terjadi kemudian?
Perilaku Qarun berubah drastis. Kesombongan, kekikiran, dan keserakahan menutupi kesadarannya. Ia tidak mau mengeluarkan zakat dan sedekah Ia juga tidak lagi gemar menolong sesama. Harta kekayaannya telah menjadi ‘Tuhan’ yang ia puja – puja. Bahkan, ia mengaku kekayaannya semata-mata hasil kerja kerasnya. Atas perilakunya ini, Allah SWT menimpakan siksaan kepadanya. Qarun dan harta bendanya ditenggelamkan ke dalam perut bumi melalui sebuah gempa yang dahsyat.
Selama hidup di dunia, selama itu pula kita akan dikelilingi oleh ujian berupa keindahan duniawi. Islam tidak melarang seseorang menjadi penguasa dunia, memiliki harta melimpah, dan jabatan mentereng. Agama mulia ini justru menghendaki umatnya menjadi penguasa dunia. Tapi, Islam juga memberi aturan komprehensif agar terjalin keseimbangan hidup yang harmonis antara urusan dunia dan akhirat.
Ini artinya bahwa setiap pria mempunyai cita-cita yang diharapkan, mau berpangkat dan berkedudukan yang tinggi di tengah-tengah kehidupan sosial baik di lingkungan keluarga maupun dilingkungan masyarakat. Oleh sebab itu, benar dikatakan oleh orang bijak kalau harga diri laki-laki itu adalah dengan bekerja. Dan dengan bekerja maka ia akan memperoleh penghasilan berupa harta. Kedudukan atau tahta akan mengikuti hasil dari proses bekerja keras. Namun ingat kisah Qarun!!!.
Wanita adalah partner bagi pria dalam membina rumah tangga. Masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang seimbang sesuai dengan kodratnya. Banyak wanita tangguh yang tampil dalam percaturan potitik dunia, mereka memiliki komitmen dan memegang teguh norma sosial maupun agama. Banyak pujian diberikan kepada mereka karena prestasi dan dedikasi yang telah diberikan kepada umat manusia. Hampir di setiap zaman muncul tokoh-tokoh dari kalangan wanita, baik zaman dahulu maupun sekarang. Kesuksesan rumah tangga dan karirnya menjadikan banyak pria angkat topi’. Mereka dikagumi bukan karena kecantikannya, namun lebih karena prestasi, komitmen, dan dedikasi.
Manusia memiliki kesadaran tentang hidup ini. Nafsu harus dikendalikan. Keterikatan dengan dunia harus disikapi dengan bijak. Dengan kesadarannya, manusia dapat membedakan mana yang merupakan kebutuhan dan mana yang keinginan. Jangan sampai ruhaninya mati karena diperbudak oleh hawa nafsu yang akibatnya adalah kerugian diri sendiri, baik secara fisik maupun kejiwaan (ruhani). Bagaimanapun, kehidupan dunia dengan segala permasalahannya harus disikapi dengan dasar-dasar agama yang kuat.
Harta, tahta dan wanita akan terpenuhi jika diiringi dengan rasa syukur karena telah mendapatkan semuanya. Jika tidak ada rasa syukur dihati maka semuanya akan lenyap habis tak bersisa oleh nafsu duniawi. Beryukurlah andai ada laki-laki yang bisa memiliki semuanya karena tidak banyak laki-laki bisa memiliki harta, tahta dan wanita. Salam JARI ![]()