Anies : Kita Ikhtiarkan Keadilan dalam Kebijakan yang Dibuat

 MALANG − Bakal calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) bersilaturahmi dengan para kiai, ulama, habaib dan santri se-Malang Raya di Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syadzili, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Oktober 2023.

Dalam sambutannya, Anies memulai dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan sekaligus menjelaskan apa yang ingin diemban ke depan jika pasangan AMIN memimpin. Ia menerangkan bahwa pasangan AMIN akan memasukkan unsur keadilan dalam setiap kebijakan yang akan dibuat pemerintah ke depan.

“Alhamdulillah. Kami menerima amanah ini sebagai amanah yang besar tapi Insyaallah tidak berat. Melalui dukungan dari para kiai, ulama, habaib dan santri serta warga Nahdliyin semua, kita ingin Indonesia ini adil. Hari ini kita sering saksikan yang lemah tertindas yang kuat bisa melakukan apa saja, kita saksikan kesempatan untuk maju berkembang juga beda sekali,” jelas Anies.

“Ketika kesetaraan kesempatan itu tak hadir maka sulit menjaga persatuan, persatuan hanya bisa terjadi bila ada keadilan dan kesetaraan, dan hari ini ketimpangan dapat kita lihat dimana saja, ini tidak bisa dibiarkan, kita ikhtiarkan perubahan itu memasukkan unsur keadilan,” lanjutnya

Anies mencontohkan pembangunan jalan tol yang berprinsip keadilan, yakni rakyat kebanyakan atau pemilik tanah yang dilewati jalan tol akan dimasukkan sebagai pihak yang ikut memiliki saham dari tol tersebut. Sehingga keuntungannya bukan hanya diterima investor saja, melainkan juga rakyat kebanyakan.

“Terkait pembangunan jalan tol, saya dapat pertanyaan, nanti diteruskan tidak? Nah saat pembangunan jalan tol kan tanahnya dibebaskan, pertanyaannya apakah boleh rakyat kebanyakan yang punya tanah bukan dijual begitu saja tapi mereka mendapatkan porsi kepemilikan saham di dalam investasi jalan tol,” tuturnya.

READ BACA BOS KU!!!!  JARI : “Relevansi Materialisme Historis bagi Ekonomi Kerakyatan”

“Jadi bukan investor datang diambil alih tanahnya kemudian rakyat yang punya tanah hanya menonton. Meskipun jumlahnya besar di awal tapi tidak berbanding kurus dengan pendapatan yang didapat investor. Apakah tidak boleh kalau rakyat juga investasi sehingga ketika jalan tol tersebut beroperasi rakyat disitu mendapatkan manfaatnya,” tambahnya

Anies juga memunculkan ide jika pengelolaan rest area di jalan tol nantinya akan diserahkan ke koperasi-koperasi desa. Sehingga keuntungan akan dibagi rata dan desa yang dilewati jalan tol juga ikut sejahtera

“Belum lagi rest area, siapa pemilik lahannya dimana setiap harinya ribuan mobil mampir, pendapatannya luar biasa. Kenapa tidak itu dimiliki koperasi desa yang ditempati rest area tersebut, rakyat kebanyakan merasakan pembangunan,” terangnya. [Mc]