− Seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka mendadak jadi perhatian usai melontarkan pertanyaan ke Ganjar Pranowo.
Mahasiswi itu diketahui bernama Tiara. Ia melontarkan sebuah pertanyaan ke Ganjar di sela acara IdeaFast 2023 di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (30/9).
Pada sesi tanya jawab itu, Tiara mengungkapkan fakta perihal tanah di Sumatera Barat. Menurut dia, tanah di Sumbar banyak yang dikuasai oleh asing dan aseng, dan dikelola menjadi Proyek Strategis Nasional.
“Tanah di Sumbar dikuasi asing atau aseng, dibeli, dikelola menjadi proyek strategis nasional. Apakah Bapak sudah tahu soal ini,” katanya.
Selain membahas persoalan lahan, dia juga menyoroti terkait menteri-menteri dalam kabinet saat ini yang tersandung dalam kasus korupsi.
Aksi Tiara ini kemudian viral. Potongan video ketika Tiara bertanya ke Ganjar pun ramai diunggah lewat media sosial X, seperti pada akun X @_AnakKolong.
Banyak warganet yang menyayangkan pertanyaan Tiara yang menggunakan istilah Aseng. Sebagian dari warganet ada yang menilai Tiara tidak memahami data dan fakta di Sumbar.
“Bertanya tanpa data, hanya sebatas isu yang berhembus dan tak mengklarifikasi isu itu dulu.”
“Kunyah dulu, jangan langsung ditelan,” tulis akun @KangHendro2.
Tak cuma itu, ada pula warganet yang menyayangkan gaya bertanya Tiara yang disebut melibatkan emosi.
“Menggebu- gebu hendak bertanya tapi diiringi sentimen ras akhirnya mlempem karna sebenarnya tidak menguasai narasinya sendiri!”
“Sabar Neng anda masih muda masih cukup waktu untuk belajar!,” tulis akun @andes_lauw81.
Jawaban Ganjar
Mendapati pertanyaan demikian dari Tiara, Ganjar Pranowo pun memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Menjawab pertanyaan Tiara, Ganjar mengaku sudah mengetahui data-data yang ditanyakan oleh Tiara.
Namun, Ganjar tidak menampik jika bisa saja data yang dia miliki tidak selengkap data milik mahasiswi tersebut.
“Saya sangat senang mendengar aspirasi yang banyak tapi apakah Pak Ganjar tahu? Tahu dong.”
“Punya datanya? Ada dong, apakah selengkap data anda? Belum tentu,” jawab Ganjar.
Mengenai tanah yang ada di Sumatera Barat, Ganjar mengaku sempat berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait disana. Hasilnya, menurut Bacapres PDI Perjuangan ini, tanah di Sumbar masih didominasi oleh tanah adat.
“Sumatera Barat saya komunikasi dengan Gubernurnya, rasa-rasanya lebih banyak tanah adat disana,” pungkasnya.(*)