Mesuji lampung
Pemerintah Desa Simpang Mesuji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah peluncuran kegiatan penggelolaan ayam petelur melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Sejahtera. Kegiatan ini hampir memulai operasionalnya, tinggal menunggu kedatangan bibit ayam petelur (layer) yang masih dipesan, sementara semua perlengkapan sudah siap sedia, termasuk kandang ayam modern, perumahan pekerja, dan fasilitas pendukung lainnya yang berdiri di lahan seluas sekitar 1 hektare berlokasih di RT 002/RW 005 jl pendidikan. Program ini didanai sepenuhnya dari Dana Desa Tahun 2025 dengan alokasi anggaran mencapai Rp 246 juta, yang dialokasikan khusus untuk seluruh kebutuhan pengelolaan ayam petelur, mulai dari pembelian bibit, pakan, obat-obatan, hingga operasional awal.
Kamis 25/12/2025/
Pengelolaan dilakukan dengan target awal 720 ekor ayam petelur berkualitas tinggi, yang diharapkan mampu menghasilkan telur segar secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani
Kepala Desa Simpang Mesuji, Supardi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu prioritas utama pembangunan desa dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal sekaligus mendukung perekonomian masyarakat. Dalam keterangannya, Supardi menyatakan, “Program ketahanan pangan melalui penggelolaan ayam petelur ini bertujuan agar Desa Simpang Mesuji dapat memenuhi kebutuhan telur dan protein hewani sendiri secara mandiri. Selain itu, diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat melalui BUMDes Maju Sejahtera,” ujarnya dengan penuh semangat. Program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja, sehingga menciptakan lapangan usaha baru dan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar.

Ketua BUMDes Maju Sejahtera, Suparto, menambahkan harapannya agar unit usaha yang dipimpinnya terus berkembang pesat. “Kami berharap BUMDes Maju Sejahtera yang kami pimpin dapat lebih maju ke depannya, dan dapat di rasakan oleh semua pihak tidak hanya dari segi produksi telur, tetapi juga ekspansi ke produk olahan seperti pakan ternak lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat, kami yakin program ini akan menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain di Kabupaten Mesuji,” tambah Suparto.
Kegiatan ini direncanakan mulai beroperasi penuh pada awal Januari 2026, setelah bibit ayam tiba dalam waktu dekat, sejalan dengan penyusunan anggaran Dana Desa 2025 yang telah disetujui.
BUMDES maju sejahtera Berlokasi di lahan strategis Desa Simpang Mesuji, program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di wilayah pedesaan Lampung, di mana akses protein hewani masih terbatas.
Pengelolaan dilakukan secara profesional dengan pendekatan berkelanjutan, termasuk rotasi pakan organik dari limbah pertanian lokal, pengendalian penyakit melalui vaksinasi rutin, dan pemasaran telur ke pasar tradisional serta warung-warung di Kecamatan Simpang Pematang. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 20 orang secara bertahap, sambil menghasilkan dividen bagi kas desa untuk program pembangunan lainnya.Inisiatif ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk optimalisasi Dana Desa dalam mendukung swasembada pangan, khususnya di daerah seperti Mesuji yang kaya potensi agraris.
Masyarakat desa pun menyambut antusias, dengan harapan program serupa dapat direplikasi di sektor lain seperti perikanan atau hortikultura.