JAKARTA − Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) ambruk pada perdagangan kemarin. Jatuhnya harga minyak mentah ikut menyeret harga CPO ke zona merah.
Pada Senin (5/8/2024), harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman Oktober ditutup di MYR 3.788/ton. Anjlok 3,29% dari posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang terendah sejak 2 Februari atau lebih dari 6 bulan terakhir.
Sepekan terakhir, harga CPO anjlok 3,24% secara point-to-point . Selama sebulan ke belakang, harga terpangkas 6,21%.
Koreksi harga minyak mentah menjadi sentimen negatif bagi CPO. Saat harga minyak semakin murah, maka insentif untuk beralih ke bahan bakar nabati akan berkurang. CPO adalah satu bahan baku pembuatan bakar nabati.
Kemarin, harga minyak jenis Brent ditutup turun 0,66% menjadi US$ 76,3/barel. Ini menjadi yang terendah sejak awal Januari.
Data perekonomian di Amerika Serikat (AS) menunjukkan perburuan sehingga menimbulkan kecemasan akan resesif. Akhir pekan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan perekonomian AS menciptakan 114.000 pekerjaan kerja non-pertanian ( non-farm payroll ). Ini menjadi yang terendah dalam 3 bulan terakhir.
Sementara tingkat kemiskinan pada bulan Juli tercatat 4,3%. Ini adalah yang tertinggi sejak Oktober 2021.
Sebagai informasi, ekonom Goldman Sachs Group Inc dalam catatannya meningkatkan kemungkinan resesi AS tahun depan menjadi 25% dari sebelumnya 15%.
AS adalah konsumen minyak mentah terbesar di dunia. Andai AS resesif, maka aktivitas ekonomi akan menurun sehingga permintaan energi ikut susut. Wajar jika kemudian harga minyak mengkerut.
Analisis Teknikal
Secara teknikal dengan perspektif harian ( time frame harian ), CPO masih terjebak di zona bearish . Terbukti dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 35,39. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish .
Namun perlu diperhatikan bahwa indikator Stochastic RSI sudah berada di angka 0. Sudah paling rendah, sangat jenuh jual ( oversold ).
Oleh karena itu, harga CPO melonjak. Target resistensi terdekat ada di MYR 3.797/ton. Jika tertembus, maka MYR 3.828/ton berpotensi menjadi target berikutnya.
Sedangkan target dukungan terdekat adalah MYR 3.743/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga CPO turun lagi ke arah MYR 3.688/ton.[Aj]