Buntut Intimidasi PPK Depok, Ketua IKReAn Sebut Ada Perintah KPU Pusat Menangkan Salah Satu Paslon

 JAKARTA – Ketua Umum simpul relawan Inter-Koneksi Relawan Anies (IKReAn) Danie Pedil mengungkapkan kegalauannya atas surat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Tapos kepada KPUD Depok yang menolak melanjukan penghitungan suara karena mereka dan keluarganya merasa mendapat intimidasi.

Dia menyatakan hal itu kepada KBA News, Kamis, 7 Maret 2024 menyikapi perkembangan dugaan kecurangan di Depok.

“Bisa dibayangkan, di Depok yang begitu dekat dengan Jakarta mereka berani intimidasi. Apalagi di daerah pesolok dan terpencil.”

Surat PPK Tapos itu dikeluarkan pada Selasa, 5 Maret yang ditandatangani oleh kelima anggota PPK yang diketuai oleh Jaelani. Ketua KPU Depok Willi Sumarlin sudah menanggapi dengan menyatakan persoalan diambil alih oleh KPUD.

Dijelaskan oleh Sumarlin ketika menerima komplain PKS Depok, kemarin, PPK Depok menyaksikan sendiri kursor komputer di PPK Tapos berubah sendiri mengubah angka yang sudah mereka rekap.

Dikatakan, dia tidak tahu siapa yang mengubah. KPU kemudian melakukan penyisiran dari seluruh rekap suara di PPK yang ada di kota itu dan mengembalikannya sesuai dengan catatan di C-1 Plano.

“Sekarang sudah selesai dan dijamin data suara di KPU Depok sudah sesuai dengan hasil C-1. Tetapi, kalau PKS merasa masih belum puas, kita akan duduk bersama memperbaikinya,” katanya.

Sudah kejahatan

Menurut Danie Pedil, pemilu kali ini bukan hanya kecurangan yang TSM tapi sudah kejahatan yang harus serius ditindak lanjuti jika memang tidak mau bangsa ini semakin rusak.

Yang mengerikan, apalagi disinyalir belakangan ternyata memang ada “perintah dari KPU Pusat” untuk memenangkan salah satu paslon. Ini sangat mencederai demokrasi yang selama ini kita jaga.

“Kekuatan demokrasi rakyat harus bergerak melawan kecurangan dan kezaliman ini. Caranya cuma satu yakni lengserkan dan makzulkan Jokowi,” kata wanita yang berama asli Rini Prihandayani itu.