Silaturrahim dan Mencari Nasab: Keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Kunjungi Tanah Leluhur di Kab Agam

Keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi Kunjungi Tanah Leluhur di Kab Agam

 AGAM − Sesampainya delegasi keluarga besar keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebanyak 58 orang dengan Ketua Delegasi yang juga suami dari cucu perempuan tertua Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Prof Dr Muhammad Fida Bahjat serta Cucu Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yakni Muhammad Alkhateeb serta cicit DR. Abdul Fattah Obeid Senin (08/07/2024) malam bertempat di kediaman Mes Bupati Agam di Belakang Balok disambut langsung oleh Sekdakab Agam Drs. Edi Busti diawali jamuan makan serta diikuti pemasangan selendang Koto Gadang pada Cicit Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, kaligrafi Asmaul Husna ditulis dalam benang emas, serta dari pihak rombongan menyerahkan Mushab Al Qu’an beserta Tafsir Terjermahan.

Keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebelumnya sempat mengunjungi objek wisata Puncak Lawang dan merasakan ketakjuban yang luar biasa terhadap keindahan alamnya, terlihat sangat enjoy dengan setiap momen, mulai dari menikmati pemandangan Danau Maninjau dari ketinggian, hingga mengabadikan momen dengan berfoto Bersama.

Apalagi dapat saat melihat awan kabut, mereka berlarian ingin merasakan sensasi dari fenomena alam itu diibaratkan “Lawang, Cloud in my Hand” bahkan kunjungannya ke Puncak Lawang merupakan pengalaman pertama kalinya yang sangat luar biasa dan tak lupa Keluarga besar tersebut juga menyempatkan diri untuk menikmati minuman khas Kecamatan Matur yakni, Air tebu yang menyegarkan termasuk bermain flaying fox (zipe line) yakni, merupakan sebuah permainan seluncur gantung menggunakan tali.

“Kami mewakili Pemerintah Daerah Kab. Agam dan mohon maaf atas ketidakhadiran dari bapak Bupati Bupati malam ini bersama kita semua, namun walaupun begitu kami sangat senang dan berterima kasih atas kedatangan rombongan keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi dan kami mohon maaf jika ada pelayanan yang dirasa kurang,” ujar Edi Busti.

Bahkan kami berharap dari kedatangan keluarga besar Cucu / Cicit Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi kiranya bisa dan mau berinvestasi di Kab Agam.

Juga hal senada diutarakan Muhammad Alkhateeb selaku Cucu dari Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi bahwa dari kunjungan dilakukan ini akan lahir tokoh – tokoh dan ulama besar Nasional bahkan Dunia berasal dari Kab. Agam selain ditorehkan selama ini oleh Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Sumatera barat khususnya Kab. Agam memiliki keindahan luar biasa dan dirinya sangat takjub melihatnya memiliki potensi untuk dikembangkan dan saya sudah membicarakan dengan istri bahwa saya perlu membangun rumah peristirahatan disini tepatnya di Kab Agam dimana dirinya bisa datang setiap tahunnya.

Dirinya selaku keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, adalah untuk bersilaturrahim, mencari nasab kami, dan melihat peluang kerja sama atau investasi. Baik di bidang perdagangan, jasa, mau pun kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, atau apa pun yang ada kaitannya dengan usaha kita memajukan Sumbar.

Setelah kembali ke Arab Saudi, delegasi yang datang hari ini akan bergerilya dan berkomunikasi dengan keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi yang lain serta para kolega, untuk mengajak datang ke Sumbar termasuk di Kab Agam dan menetapkan berbagai peluang kerja sama atau investasi, Sehingga dengan sendirinya, hubungan antara Sumbar dengan Arab Saudi serta negara-negara lainnya menjadi terbentuk dan semakin menguat.

Awalnya kami berencana 63 orang untuk datang ke Sumbar, tapi karena ada yang kemudian berhalangan, maka hari ini kami seluruhnya datang sebanyak 58 orang. Kami berasal dari berbagai negara, bukan hanya Arab Saudi, tapi juga ada yang dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan lain-lain.

Diketahui dari ratusan orang keturunan Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi saat ini memiliki ragam latar belakang profesi, mulai dari ilmuan, guru besar, diplomat, pengusaha, dan lain sebagainya. Bahkan, salah satu dari keturunan yang juga anak dari Prof. Fida Bahjat sendiri, yaitu Syeikh Amir Bahjat, merupakan salah satu ulama besar di Masjid Nabawi Madinah Al Munawarah. [Jm]