Menapak Saat−saat Terakhir Rezim (5): PKI Gaya Baru: Para Kolonialis dan Mereka yang Terindikasi…

Menapak Saat−saat Terakhir Rezim (5): PKI Gaya Baru: Para Kolonialis dan Mereka yang Terindikasi…

Sri-Bintang Pamungkas

etika Pelaut-pelaut Eropa Barat, termasuk Spanyol dan Portugis menyampaikan: “Whoever rules the Waves, rules the World…” dimulailah kolonialisme dan imperialisme serta penjajahan atas Bangsa-bangsa di Dunia.

Asia Selatan, Afrika, Amerika Utara, Tengah dan Selatan serta Australia menjadi sasaran para Kolonialis tersebut. Di Kanada dan Amerika Serikat, penduduk Asli Indian dihabisi oleh Inggris, Perancis dan Eropa Barat lainnya. Penduduk Asli Meksiko serta Amerika Tengah dan Selatan dihabisi terutama oleh Spanyol; hanya Brazil oleh Portugis. Aborijin Australia dihabisi oleh orang-orang Inggris dan para pendatang Eropa Barat lainnya.

Para Kolonialis Eropa Barat itu bekerja terus. Tetapi pasca Perang Dunia 2, Belanda meninggalkan Indonesia; Inggris meninggalkan India, Pakistan, Banglades dan Malaysia; Perancis meninggalkan Vietnam.

Inggris, Perancis, Itali, Belanda dan Jerman pada akhirnya meninggalkan Afrika, sekalipun masih juga menempatkan Pengaruh dan Basis-militernya di sana.

Yang menarik adalah Amerika Serikat, sebagai pemenang PD 2 dan Penemu Bom Nuklir pertama Dunia yang ikutserta dalam Barisan Kolonialis. Bersama Sekutu Moyangnya di Eropa Barat berhasil membentuk NATO dan SEATO; lalu sempat membelah Jerman, meskipun kemudian bersatu; membelah Vietnam, meskipun akhirnya lari dari sana; membelah Palestina, Borneo, Korea, Papua, Timor sampai sekarang; dan mendirikan Singapur, Israel dan Australi sebagai negara-negara dalam persekutuannya.

Sebagai Negara Adikuasa, ekspansi pengaruh dan penguasaan Amerika Serikat terhadap Dunia bersama sekutunya di Eropa Barat berjalan terus. Bahkan sampai sekarang, sekalipun perang dinginnya dengan Negara-negara Komunis berakhir setelah robohnya Uni Soviet Sosialis Rusia. Dihancurkannya Negara-negara Islam, seperti Afghanistan, Irak, Suriah, Libya, Palestina dan lain-lain yang menentang pengaruh dan kepentingannya.

Republik Indonesia, bahkan sudah menjadi target penghancuran sejak Kemerdekaan 1945. Selain sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di Dunia, juga para Kolonialis Barat itu tidak ingin Pribumi Indonesia berkuasa dan berdaulat di Tanah Airnya sendiri.

Mereka menginginkan Pribumi Indonesia mengikuti sejarah punahnya para Indian Amerika. Untuk memenuhi Nafsu Iblisnya itu tidak segan-segan para Kolonialis itu “bekerjasama” dengan siapa saja, baik Negara Komunis RRC, Kaum Komunis sisa-sisa PKI serta para Pengkhianat Domestik, karena mereka mempunyai tujuan yang sama: Menghancurkan Republik Proklamasi 1945, berikut Pancasila dan UUD 1945-nya; Menguasai Kekayaan Alamnya; dan Menjadikannya Negara Sekutunya.

Merekalah yang saya sebut sebagai kelompok PKI Gaya Baru yang berpikiran Komunis dan sekaligus Kapitalis dan Imperialis. Sejauh ini Soekarno telah berhasil dijatuhkan, bahkan dibunuh; juga Soeharto, Habibie dan Gus Dur; PDIP dengan Megawatinya sudah menjadi sarang Komunis; Pancasila dan UUD 1945 sudah berhasil diganti dengan UUD 2002; SBY dan Joko Widodo sudah berhasil menjadi Pelaksana UUD 2002; dan Pilpres 24 dijadikannya sebagai sarana berlanjutnya UUD 2002 menuju kehancuran Republik Proklamasi Indonesia 1945…

Sekalipun para Capres 24 itu tidak diragukan lagi terindikasi sebagai Anggota PKI Gaya Baru, tetapi saya masih menduga ada para pendukung UUD 2002 dan Pilpres 24 yang sejatinya tidak berfaham Komunis, seperti Jimly Assidiqie, Mahfud MD, Hamdan Zoelva dan lain-lain; juga para Profesor dan hampir semua Rektor, karena takut hilang jabatannya, seperti dialami Prof. Pierre Suteki dari Undip; dan tentunya para pendukung Pilpres 24 pada umumnya, yang sudah pasti pendukung UUD 2002…

Pilpres semacam itu selalu akan menyatu (embodied) dengan kecurangan; dan dalam kecurangan tidak akan ada pemenangnya. Hanya pemilihan Presiden oleh MPR yang hampir tidak menuai kecurangan.

Dalam Pemilu untuk memilih Caleg di DPR (dan lain-lain) melalui sistem seperti itu, sejak jaman Soeharto selalu curang. Intinya banyak masyarakat Pemilih yang miskin dan berpendidikan rendah dan buta politik… Lalu ada Bandar dan Konglomerat yang memanfaatkannya untuk kecurangan lewat serangan fajar dan lain-lain. Kelompok Pemilih ini, yang jumlahnya bisa mencapai seratusan juta, seharusnya dibebaskan dari memilih. Tapi mereka berhak untuk diwakili dalam Utusan Golongan.

Yang menarik adalah mereka yang Tokoh dan Pemberani yang gembar-gembor nyaring “Jatuhkan Jokowi!” lewat People’s Power, tapi ikut mendukung UUD 2002, bahkan dengan menjadi Caleg (atau mendukung salahsatu Capres!). Mau tidak mau mereka terindikasi PKI Gaya Baru, dan terjebak dalam perangkapnya…

Karena itu, mulai sadarlah untuk kembali berlakukan UUD 1945. Kembali sadar, agar tidak terjebak dalam perangkap PKI Gaya Baru.

Jakarta, 17 Maret 2024
Jelang 9 Ramadhan, hari Kemerdekaan RI
@SBP
Hizbullah Indonesia