Gubernur Sumbar Akui Banjir Pessel Akibat Ilegal Logging

– Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengakui dugaan penyebab banjir dan longsor di Pesisir Selatan akibat ilegal logging.

Indikasi tersebut ia ungkapkan pada awak media, setelah dirinya baru-baru ini mengunjungi sejumlah kawasan di Pesisir Selatan bersama Kementerian PUPR.

Selain itu ia menyebut, indikasi ini muncul setelah berkaca pada becana serupa yang terjadi beberapa waktu belakangan.

“Dari kejadian longsor beberapa tahun lalu termasuk bencana yang sekarang terjadi ini ada indikasi (illegal logging).”

“Terbukti saat saya ke sana penebangan liar itu ada,” katanya dikutip dari Antara.

Tidak hanya di Pesisir Selatan, penebangan liar ini juga terjadi di beberapa kawasan lain, yang juga terdampak banjir dan longsor. Salah satunya adalah Pasaman.

Menyikapi hal tersebut, Mahyeldi menyebut, pihaknya perlu menindaklanjuti persoalan tersebut.

Tujuannya agar tidak ada lagi penebangan liar di kawasan hutan yang berfungsi sebagai penahan laju air terutama saat hujan.

Pemerintah Provinsi Sumbar juga akan menggencarkan program perhutanan sosial.

Langkah demikian ia harapkan bisa menjadi sebuah solusi mencegah terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir maupun tanah longsor.

“Jadi, masyarakat bisa memanfaatkan alam tanpa merusak hutan,” ujar dia.

Sebelumnya diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menilai, banjir dan longsor di Pessel ini terjadi akibat dua hal.

Pertama, kata dia, diduga penyebab banjir bandang lantaran adanya ilegal logging.

Kedua, ia menjelaskan banjir bandang dipicu oleh hujan ekstrem yang tidak mampu ditampung.

“Kondisi geografis juga sangat berpengaruh, tebing lalu jalan dan langsung ke sungai, luncuran airnya cepat.”

“Tapi sebetulnya hutan di Sumatera Barat ini lebih baik dari daerah lain,” katanya dikutip dari laman Facebook Humas Sumbar.(*)