Apa itu Diabetes? Berikut Obat Alami dan Resep Dokter

− Bila Anda menderita diabetes, menjaganya agar tetap terkendali sangatlah penting. Jika tidak, Anda berisiko mengalami masalah jantung, masalah ginjal, kerusakan saraf, dan masalah kesehatan lainnya. Untuk itu pentingnya mengelola kadar gula darah secara teratur dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan.

Apa itu Diabetes?
Diabetes merupakan kondisi metabolisme yang terjadi saat pankreas gagal mengeluarkan insulin yang cukup atau tubuh gagal menggunakannya secara efektif.

Pankreas memproduksi hormon insulin. Hormon ini berperan penting karena memungkinkan glukosa yang berasal dari makanan masuk ke dalam sel-sel tubuh. Glukosa diproduksi dalam tubuh dari pencernaan makanan yang mengandung banyak karbohidrat. Insulin memudahkan sel-sel untuk menyerap glukosa.

Kadar gula darah meningkat (hiperglikemia) ketika insulin yang diproduksi tidak mencukupi atau ketika insulin tidak digunakan secara efektif. Beberapa organ dan jaringan dapat rusak jika kadar glukosa darah tetap tinggi dalam waktu lama.

Apa Tanda-tanda Peringatan Diabetes?
Mendeteksi diabetes sejak dini memberi Anda peluang lebih baik untuk menghindari komplikasi. Apa cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda mengidap penyakit ini? Perhatikan gejala-gejala umum diabetes dan buat janji untuk menjalani pemeriksaan jika Anda mengalaminya.

Anda mungkin menderita diabetes jika Anda lebih haus dari biasanya dan perlu lebih sering ke kamar mandi untuk buang air kecil. Jika Anda merasa lebih lapar dari biasanya atau kehilangan berat badan tanpa berusaha, Anda mungkin menderita diabetes tipe 2.

Tanda-tanda umum lainnya yang mungkin Anda alami meliputi:
• Kelelahan terus-menerus
• Merasa mudah tersinggung
• Memiliki penglihatan kabur

6 Obat Diabetes Alami yang Bantu Mengontrol Gula Darah

Namun, perlu diingat bahwa obat-obatan alami tidak bisa menggantikan obat-obatan yang diresepkan dokter serta tidak dapat menyembuhkan diabetes. Akan tetapi, bila dikombinasikan dengan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter dan telah diperbolehkan oleh dokter, tidak menutup kemungkinan apabila pengobatan diabetes alami tersebut bisa memberikan efek positif bagi penderita diabetes. Adapun beberapa rekomendasi obat diabetes alami adalah sebagai berikut:

1. Aloe Vera
Obat diabetes alami yang pertama adalah aloe vera atau lidah buaya. Manfaat lidah buaya untuk kesehatan tubuh cukup beragam, termasuk memperlambat perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Penelitian yang dipublikasikan pada The Journal of Alternative and Complementary Medicine menyebutkan bahwa lidah buaya dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah puasa dan hemoglobin A1C (HbA1C).

Lidah buaya dapat dikonsumsi dengan menambahkan daging lidah buaya yang telah dihaluskan ke dalam minuman, seperti smoothie, atau dapat dikonsumsi sebagai suplemen dalam bentuk kapsul.

2. Bawang Merah
Tanaman yang menjadi bahan utama makanan ini dipercaya dapat membantu menstabilkan kadar gula darah, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan obat alami untuk diabetes. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi bawang merah mentah dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 1 dan 2.

3. Kunyit
Tidak hanya menjadi bahan penyedap makanan, kunyit juga bisa dimanfaatkan sebagai obat diabetes alami berkat kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. Kandungan antioksidan tersebut membuat kunyit dapat membantu mencegah perkembangan penyakit dan  meminimalkan risiko terjadinya komplikasi diabetes.

4. Ginseng
Sejak ratusan tahun yang lalu, ginseng telah dipercaya mampu membantu meningkatkan stamina dan mengobati berbagai jenis penyakit, termasuk diabetes. Pasalnya, ginseng diketahui bisa membantu mengontrol penyerapan kadar gula darah di dalam tubuh sehingga gula darah tidak akan melonjak secara tiba-tiba.

Manfaat tersebut didapatkan dari kandungan senyawa ginsenosides yang bisa memengaruhi kadar insulin dalam tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Kendati demikian, efek penurunan gula darah bisa bervariasi, tergantung dari senyawa aktif yang terkandung dalam masing-masing ginseng.

5. Jahe
Manfaat jahe untuk kesehatan tubuh juga tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, tanaman herbal ini juga digadang sebagai salah satu obat diabetes alami karena bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Journal of Ethnic Foods yang menunjukkan bahwa jahe dapat menurunkan kadar gula darah tanpa menurunkan kadar insulin sehingga bisa mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2.

Untuk memperoleh manfaatnya, jahe bisa dikonsumsi dengan memasukkan irisan jahe tipis-tipis dalam masakan atau diseduh menjadi teh. Selain itu, penderita juga bisa mengonsumsinya sebagai suplemen dalam bentuk kapsul.

6. Daun Sirsak
Tidak hanya buahnya yang menawarkan rasa segar dan manis, daun sirsak juga dapat dimanfaatkan sebagai obat diabetes alami. Pasalnya, ekstrak daun sirsak mengandung polifenol dan flavonoid yang bersifat antihiperglikemik, yaitu mengurangi laju pemecahan gula dari makanan sehingga menjadi lebih sederhana.

Hal tersebut memberikan pankreas lebih banyak waktu untuk memproduksi insulin yang cukup guna membantu penyerapan gula darah. Alhasil, kadar gula darah pun bisa terjaga. Daun sirsak dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, seperti:

  1. Minum air rebusan daun sirsak.
  2. Merebus daun sirsak dengan campuran herbal lain dan madu.
  3. Mengonsumsinya dalam bentuk suplemen.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas daun sirsak untuk menurunkan kadar gula darah pada manusia. Jadi, konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi daun sirsak sebagai obat alami.

Pada intinya, sejumlah obat diabetes alami di atas tidak dapat menyembuhkan diabetes, namun bila dikombinasikan dengan obat-obatan medis untuk membantu dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil bila dikombinasikan dengan obat-obatan.

Kendati demikian, penderita diharapkan tetap berkonsultasi dengan dokter terkait bila ingin mengonsumsi obat alami atau herbal untuk memastikan keamanannya. Pasalnya, kondisi kesehatan setiap orang tentu berbeda-beda.

Jadi, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada diabetes, seperti mendapati kadar gula darah di atas normal, sebaiknya segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.

Macam-macam Obat Diabetes

Berikut ini adalah macam-macam obat diabetes yang biasa diresepkan oleh dokter :

1. Metformin

Metformin umumnya menjadi obat pertama yang diresepkan untuk penderita diabetes tipe 2. Obat diabetes ini bekerja dengan mengurangi pembentukan glukosa di organ hati dan meningkatkan fungsi insulin dalam mengendalikan kadar gula darah.

Konsumsi metformin dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, sakit perut, perut kembung, dan diare. Namun, efek samping tersebut akan berkurang seiring tubuh beradaptasi dengan obat diabetes ini. Metformin bisa dikombinasikan dengan obat diabetes lainnya atas anjuran dokter.

2. Sulfonilurea

Sulfonilurea merupakan obat diabetes tipe 2 yang berfungsi untuk menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pankreas memproduksi lebih banyak insulin.

Jumlah insulin yang terlalu banyak dalam tubuh terkadang menimbulkan efek samping, yaitu hipoglikemia atau rendahnya gula darah yang ditandai dengan pusing, banyak berkeringat, tubuh gemetaran, dan kesemutan.

Untuk mengurangi keparahan efek sampingnya, penderita diabetes yang mengonsumsi sulfonilurea dianjurkan selalu makan dengan teratur. Jenis obat diabetes ini biasanya dijadikan sebagai alternatif metformin atau bisa juga dikombinasikan dengan metformin.

3. Meglitinide

Cara kerja meglitinide sebenarnya sama dengan sulfonilurea, yaitu merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Bedanya, meglitinide bekerja lebih cepat daripada sulfonilurea dan tidak bertahan lama di dalam tubuh.

Efek samping yang dapat muncul dari obat diabetes ini pun mirip dengan sulfonilurea, yaitu cepat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan berat badan.

4. Thiazolidinediones

Obat diabetes yang satu ini memiliki cara kerja yang mirip dengan metformin, yaitu mengurangi pembentukan glukosa di hati dan meningkatkan aktivitas insulin. Salah satu contoh jenis obat golongan ini adalah pioglitazone.

Konsumsi thiazolidinediones diketahui dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Oleh karena itu, dokter juga akan memantau kesehatan jantung penderita diabetes yang mengonsumsi obat ini.

5. Inhibitor DPP-4

Inhibitor DPP-4 mampu merangsang pelepasan insulin ketika gula darah meningkat yang terjadi setelah makan dan menghambat pelepasan glukosa dari hati. Kabar baiknya, obat diabetes ini jarang menyebabkan hipoglikemia.

Namun, inhibitor DPP-4 tetap mungkin untuk menimbulkan efek samping, misalnya sakit tenggorokan, sakit perut, hidung tersumbat, diare, hingga pankreatitis akut. Beberapa contoh obat diabetes dari golongan penghambat DPP-4 adalah alogliptin, sitagliptin, dan linagliptin.

6. Inhibitor SGLT2

Obat diabetes ini memengaruhi fungsi penyaringan darah di ginjal dengan menghambat kembalinya glukosa ke aliran darah. Glukosa yang berlebihan kemudian akan keluar dari tubuh melalui urine. Contoh obat diabetes dari golongan ini adalah empagliflozin dan dapagliflozin.

Konsumsi inhibitor SGLT2 bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti infeksi saluran kemih dan infeksi jamur vagina. Namun, obat diabetes jenis ini diketahui bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit ginjal.

7. Agonis reseptor GLP-1 (Inkretin Mimetik)

Agonis reseptor GLP-1 (golongan obat inkretin mimetik) diresepkan dokter jika obat-obatan diabetes melitus seperti yang sudah disebutkan di atas belum mampu mengontrol kadar gula darah.

Obat kencing manis ini diberikan melalui suntikan maupun oral.

GLP-1 merupakan salah satu jenis hormon inkretin yang dihasilkan tubuh.

GLP-1 bekerja dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas setelah makan. Obat agonis reseptor GLP-1 bekerja dengan cara meniru kerja GLP-1 tersebut.

Hormon inkretin dapat merangsang pelepasan insulin setelah makan sehingga meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukagon.

Nah, glukagon bekerja dengan cara merangsang hati mengeluarkan cadangan glukosa saat tubuh sedang kekurangan glukosa, misalnya saat berpuasa.

Obat diabetes ini juga membantu memperlambat pencernaan sehingga mencegah lambung cepat kosong dan menahan nafsu makan.

8. Inhibitor Alfa-Glukosidase

Cara kerja inhibitor alfa-glukosidase agak berbeda dengan obat diabetes lainnya. Inhibitor alfa-glukosidase bekerja dengan menghambat pemecahan karbohidrat dari makanan menjadi glukosa untuk mengendalikan kadar gula darah.

Contoh dari obat diabetes ini adalah acarbose dan miglitol. Efek samping yang umumnya ditimbulkan berupa sakit perut, diare, dan perut kembung.

9. Insulin

Pankreas penderita diabetes tipe 1 tidak bisa lagi memproduksi insulin, sehingga insulin diberikan melalui suntikan untuk menjaga kadar gula darah dalam kondisi normal.

Suntik insulin adalah satu-satunya obat diabetes yang diberikan kepada penderita diabetes tipe 1. Selain itu, penderita diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional juga dapat diberikan suntik insulin jika dibutuhkan. *